Rem darurat

Iseng-iseng buka isi memori hape, nemu foto yang saya ambil beberapa bulan yang lalu. Kebetulan saja cocok dengan situasi yang sedang hangat dibicarakan sekarang ini, yaitu rem darurat.

Saya nggak akan bahas rem darurat yang akan ditarik oleh pemerintah, entah pake rem tromol atau rem cakram karena memang sadar diri siapalah saya ini. Cuma bloger gak penting. Gak punya ilmu yang mumpuni masalah itu. :)

Tapi dulu waktu jepret ini terus terang saya agak kaget di jaman internet sekarang ini, ternyata masih ada saja orang bawa sepeda dengan rem seperti ini. Sepeda tanpa rem, biasanya remnya sudah jebol, dan bukannya dibenerin malah remnya diganti dengan sandal jepit (yang di foto kebetulan bukan sandal jepit, malah sandal yang lebih tebal) diletakkan di garpu depan dekat dengan ban. Jadi ketika butuh rem, ya tinggal diinjak saja sandalnya. Keren juga ya inovasi jadul ini, dari dulu sudah biasa orang naik sepeda dengan rem model injak seperti ini. :)

Jadi, sudah pernahkah naik sepeda dengan rem model seperti ini? Sudah pernahkah jempolnya babak bundhas gara-gara nginjek rem trus jempolnya kecepit garpu dan ban? :)

Awas disemprit!

jangan terobos lampu merahKalo kemarin-kemarin yang naik kendaraan tak bermotor bisa dengan enak bisa nyelonong lampu merah karena jelas-jelas nggak akan disetop pak petugas lalu diminta menunjukkan surat-surat kendaraan apalagi ditilang, mungkin mulai sekarang harus lebih taat aturan lalu lintas. Ingat, Anda telah diperingatkan… maka waspadalah… waspadalah… :D

Pit-pitan

Setelah kemarin sempat happening sejenak, sepertinya hoby bersepeda mulai sepi lagi di Purwodadi. Sepertinya hanya tinggal orang-orang lama yang sudah hoby bersepeda dari dulu dan yang baru punya hoby bersepeda gara-gara jadi korban trend bersepeda kemarin.

Dulu banget sebelum demam sepeda melanda dimana-mana, saya sering ditanya

“apa sih enaknya bersepeda? kan ada motor.. kurang kerjaan banget sih”.

Biarpun mereka sepertinya tahu jawaban dari pertanyaan itu (menurut saya), namun tetap saja pertanyaan itu muncul dan kadang juga ada yang menganggap saya orang aneh karena suka naik sepeda keliling kota walaupun ada motor.

Lucunya setelah demam sepeda melanda… mereka ikutan terkena demam juga. Ikutan rame-rame beli sepeda… ikutan konvoi rame-rame keliling kota pas sore… bahkan dengan bangga memamerkan ke dunia (via jejaring sosial) kalo lagi bersepeda, tak lupa dengan membagi foto-foto narsis dengan sepeda andalannya… :D

Sekarang…. keadaan kembali normal ke posisi semula… yang hobi pit-pitan kembali sedikit. Mungkin karena¬†sudah sembuhdari demam sepedanya¬† atau sebab lainnya saya tidak tahu persis… Yang jelas… kalo lagi pit-pitan muter kota, sekarang jarang banget ketemu dengan rombongan sepeda abege-abege sok trendy yang lagi konvoi keliling kota. :D

Entah bagaimana dengan besok, saya tidak tahu… mungkin bisa jadi makin sedikit yang naik sepeda, atau mungkin juga akan ada lagi demam sepeda episode selanjutnya… Yang jelas… lagi trend atau tidak… saya sudah kadung cinta hoby dengan pit-pitan… entah bagaimana dengan anda… terserah.. kan itu hak masing-masing… :D

*Note: FYI waktu nulis ini saya nggak lagi demam