Pusat kuliner Purwodadi

Akhirnya di penghujung bulan November kemarin kota Purwodadi kembali memiliki daerah yang bisa jadi jujugan orang-orang yang hobinya memanjakan lidah dan perutnya, yaitu dengan diresmikannya PUSAT KULINER PURWODADI.

Pusat kuliner Purwodadi

Lokasinya tak jauh dari Pujapura, hanya terpisah jalan di area barat Pujapura yang sudah kadung terkenal itu. Kalo orang asli Purwodadi pasti paham, apalagi jika disebutkan area koplak dokar yang dulunya terkenal kumuh dan sempat dikenal sebagai tempat mangkalnya psk. Jadi pasti gampang menemukan tempat kulineran yang satu ini, gak bakal nyasar deh.

Kelihatannya selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan kuliner Purwodadi. Mungkin karena masih baru, masih gress. Masih ada plastiknya. Walaupun pedagangnya juga orang-orang lama, yaitu pedagang kaki lima yang sebelumnya mangkal di sepanjang jalan R Suprapto, bunderan Simpang Lima dan sekitarnya. Ngikut penataan kota yang sudah dibuat oleh pemerintah kabupaten Grobogan.

Semoga saja tetap ramai dikunjungi penikmat kuliner dan bisa menjadi jujugan orang-orang yang memang hobi kulineran, serta tidak ikut bernasib sama dengan pujapura yang akhirnya berevolusi menjadi pusat counter handphone.

Kelereng GABAN

Hujan sudah mulai sering mengguyur kota Purwodadi, memang sudah memasuki musim hujan. Tapi proyek di jalan R Suprapto ini sampai sekarang masih belum terlihat kapan selesainya, walaupun di beberapa bagian sudah terlihat selesai namun masih juga terlihat material proyek di sana-sini. Padahal ada anekdot di dunia teknik sipil terkait mutu konstruksi, begini katanya;

Sepuluh musuh besar konstruksi:

  1. Air
  2. Air
  3. Air
  4. Air
  5. Air
  6. Air
  7. Air
  8. Air
  9. Air
  10. Beban.

Jadi ya agak ngeri-ngeri gimana gitu kalo lihat ada proyek pas ndilalah dikerjakan waktu musim hujan sudah tiba. Bisa gak mutunya sebaik yang direncanakan kalo kena air hujan setiap hari.

Balik lagi ke proyek di jalan R Suprapto, ada sesuatu yang menarik perhatian. Ada yang bulet-bulet ahoy dipajang dipinggir trotoar. Seperti kelereng tapi gede banget, segede gaban kalo saya boleh bilang.

Bola beton di trotoar

Kayaknya nanti di sepanjang jalan R Suprapto ini akan ada banyak bola-bola beton yang menghiasi trotoar. Kalo baca-baca artikel, fungsi bola beton di trotoar itu bukan sekedar hiasan atau tempat duduk-duduk cantik namun untuk pembatas antara jalan raya dan trotoar bukan pula untuk sarana gaban dan ultramen main gundu. Sehingga nantinya pedestarian tidak akan terganggu dengan pengendara motor yang nyerobot naik trotoar walaupun mungkin masih juga harus melipir karena ada pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, semoga saja tidak. ๐Ÿ˜€

Tapi koq ada yang menggangu pikiran saya ya… Kenapa si bollard itu dipasang dengan jarak yang lumayan berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Apa nggak khawatir nanti mereka kangen apa gimana gitu? Kalo jaraknya jauh seperti itu ya jangankan motor, mobil juga akan bisa nyelonong ke trotoar dong.

Tapi ah namanya juga proyek belum beres, masih dalam pengerjaan. Mungkin sekarang belum terpasang semuanya. Lihat saja nanti gimana. Bukan begitu? Iyain aja biar cepet. ๐Ÿ˜

A Kasoem

Dulu ketika masih jaman yellow pages, di area Purwodadi (kode area 0292) selalu diawali dengan nomer dari A. Kasoem optical baru kemudian diikuti nomer-nomer lainnya. Dan yang paling akhir selalu nama Zimmamuzurzen (lupa ejaannya seperti apa).

A Kasoem optical

A Kasoem optical ini bisa jadi salah satu landmark di Purwodadi kalo dipikir-pikir. Toko kacamata ini termasuk yang paling lama, baru diikuti optik lainnya. (Saya nggak tahu optik tertua di Purwodadi Grobogan, tapi setahu saya dari jaman presiden masih pak Harto optik A. Kasoem sudah ada di Purwodadi.) Lokasinya di komplek pertokoan Kencana, pas disamping pintu masuk ke bioskop kencana. (Jadi inget nih jaman nonton Brama Kumbara naik rajawali sakti di bioskop kencana hehehe).

Dan diawali dengan rasa iseng, saya gugling saja apa sih kepanjangan dari huruf A pada A. Kasoem optical ini. Jangan-jangan huruf A itu singkatan dari Arief. ๐Ÿ˜

Dan ternyata… Jeng jeng

Huruf A itu singkatan dari Atjoem Kasoem. Seorang lejen ternyata. Atjoem Kasoem ini adalah orang Indonesia pertama yang punya toko optik di Indonesia setelah sebelumnya bekerja dan menjadi asisten di optik milik Kurt Schlosser. Info lengkap silahkan saja buka Wikipedia dan blog-blog yang sudah menuliskan kisah hidupnya. Jangan manja, biar kuota internet nggak cuma dipake buat nge-share hoax saja hehehe. Paling tidak, salah satu misteri abad ini sudah terpecahkan. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Nah pertanyaannya sekarang adalah apakah hubungan antara A Kasoem optical dengan tokoh lejen Atjoem Kasoem ini. Saya nggak tahu. Silahkan cari tahu sendiri ya. ๐Ÿ˜

Pujapura

Ada masanya dimana kota Purwodadi Grobogan ini memiliki sebuah lokasi yang menjadi pusat jajanan, baik makanan ringan maupun makanan berat tapi jangan tanya berapa kilo ya. Nama lokasinya adalah PUJAPURA. Kalo gak salah itu singkatan dari Pusat Jajanan Purwodadi (gak terlalu yakin dengan singkatan ini, kalo ada yang ingat singkatan ini mohon tinggalkan komentar dibawah, bukan jebakan umur lho). Semacam pujasera tapi khusus untuk area Purwodadi.

Dulu ada 2 lokasinya, yang kebetulan berada di tanah milik PJKA (sekarang jadi PT KAI) di lokasi yang dikenal dengan sebutan rel bengkong. Lokasi pertama berada di tikungan rel dari selatan menuju ke stasiun Purwodadi, yang sampai sekarang namanya masih dikenal dengan nama PUJAPURA. Lokasi kedua berada rel bengkong juga, pas rel menikung dari stasiun Purwodadi menuju ke jurusan ke Utara. Persisnya diarea dekat Tugu pahlawan. Sekarang sudah menjadi area ruko kencana dan taman kota, sudah tidak lagi dikenal sebagai pujapura seperti dulu (lupa lokasi yang ini dulunya dikenal dengan pujapura 1 atau pujapura 2). Jadi kalau ada yang menyebut nama pujapura maka tempat yang dimaksud adalah tempat yang pertama.

Entah bagaimana ceritanya, pusat jajanan itu sekarang menjadi pusat handphone. Tapi yang jelas sih orang Purwodadi gak menjadikan smartphone sebagai jajanan lho ya. ๐Ÿ˜€

PUJAPURA phone market
PUJAPURA phone market

Sekarang ini sepertinya sedang dibangun juga lokasi untuk pusat kuliner di Purwodadi, yang kebetulan lokasinya di dekat pujapura ini, di area yang dulunya dikenal dengan nama koplak dokar, tempat parkir dokar, yang seiring berjalannya waktu semakin tersisih oleh moda transportasi yang lebih modern. Entah kapan mulai dibukanya tempat kulineran itu, kayaknya tempatnya sudah hampir selesai.

Di dekat Taman Hijau Kota Purwodadi juga katanya akan dibangun pusat kuliner. Saat ini sih lokasinya sudah dibersihkan dan diurug dan diratakan. Entah kapan mulai digarap.

Yang pasti semoga nanti kalo kota Purwodadi sudah punya pusat kuliner gak bisa jadi jujugan warga buat kulineran dan tidak beralih fungsi seperti nasib pujapura ya… Masak pusat jajanan koq isinya jualan handphone, emangnya wong Purwodadi ngemil handphone? Ngeri thok yes. Hehehehe. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜…

Kurang sorotan

Sebentar lagi akan berlangsung hajat yang terbilang besar, karena melibatkan negara se-Asia je, apalagi kalo bukan Asian games. Dan seperti biasanya kalo acara besar dan menggunakan ritual menyalakan api obor yang ukurannya segede gaban itu, Api abadi Mrapen akan diikut-sertakan. Buat yang belum tahu Api abadi Mrapen ini juga biasanya diambil ketika acara lainnya seperti PON atau pas ritual Waisak.

Nah seperti yang sudah-sudah setelah acara pengambilan api abadi, barulah prosesi acara yang lebih gemebyar dimulai. Kali ini acara rame-rame dilakukan di Prambanan. Di Kabupaten Grobogan yang notabene tempat asal api abadi balik lagi ke kehidupan normal sehari hari. Gak acara rame-rame seperti di Prambanan, bahkan dilewati kirab obor Asian games aja tidak. Mirip orang yang dipinjam korek oleh orang yang merokok, setelah rokoknya menyala, ya langsung ditinggal pergi. Masih untung koreknya gak ikut dibawa pergi. ๐Ÿ˜

Tapi ya begitulah… Nasib daerah kurang terkenal. Mau gimana lagi. Masih dilibatkan saja sudah Alhamdulillah.

Iya kan? Iyain saja deh biar cepat. ๐Ÿ˜