Pombensin Gajahmada

Nama resminya sih SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum), tapi orang biasa menyebutnya dengan Pombensin. Biarpun belinya solar atau pertamax, namanya tetap disebut pombensin, tidak berubah jadi pomsolar apalagi pompertamax. Mungkin karena jadi aneh dan wagu. Atau malah ada yang mau mempopulerkan istilah tersebut? :)

spbu_gajahmada_purwodadiKalo yang ini gambar Pombensin alias SPBU Gajahmada. Seperti namanya pombensin ini adanya di jalan Gajahmada. Pombensin lama yang dibangun-ulang oleh manajemen baru. Sayangnya saya nggak punya gambar sebelum diapa-apain. :|

iseng jepret saja waktu mendung :)

Sing penting BEJO

Prapatan Bejo adalah salah satu dari sekian banyak landmark di Purwodadi yang sepertinya semua orang Purwodadi mengenalnya. Apalagi bagi yang sering nglajo soko ndeso. Disebut begitu karena dulunya di salah satu sudut perempatan ada toko Bejo. Mengapa saya katakan “dulunya” karena sekarang toko di pojokan itu sekarang bukanlah toko Bejo seperti yang orang-orang Purwodadi kenal selama ini. Sekarang sudah berubah menjadi kantor KSP.

prapatan_bejoLokasinya sih ada di dekat bekas terminal lama dan klenteng Hok An Bio. Trus bagaimana dengan sebutan Prapatan Bejo? Apakah berubah juga menjadi Prapatan KSP? Nggak juga. Orang-orang masih mengenalnya sebagai Prapatan Bejo.  Kalau kata iklan dulu sih, “Sudah tradisi”. :D

Lagipula apalah sebuah nama. Sing penting Bejo. Yo rak? :)

Kirab Budaya

Kemarin tanggal 4 Maret tepat hari jadi Kabupaten Grobogan yang ke 289. Dan seperti tahun kemarin ada juga acara rame-ramenya, yaitu acara Boyong Grobog di Grobogan dan Kirab Budaya di Purwodadi. Untuk acara Boyong Grobog sendiri sampe sekarang saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Jadi postingan ini khusus membahas Kirab Budaya kemarin saja yaaa … :)

Kesan pertama tentang kirab ini ternyata seperti tahun kemarin, kurang promosi. Terlihat kurang antusiasnya warga untuk uyel-uyelan di pinggir trotoar buat sekedar menyaksikan mas-mas dan mbak-mbak yang lagi kirab (jika dibanding dengan pawai karnaval agustusan). Belum lagi ketidak-jelasan jalur dan waktu kirab akan berlangsung, sempat juga membuat galau mau nongkrong dimana. :(

Ah sudahlah, langsung ke prosesi kirab saja.

Tidak seperti karnaval agustusan kirab ini tanpa adanya drum-band, cukup mobil patroli polisi yang berjalan pelan dan membunyikan klakson. Jadi cukup membuat penonton mikir, “ini acara kirab jadi nggak ya? ooh… sudah mulai toh”.

Rombongan pertama mulai lewat… Lanjutkan membaca Kirab Budaya

Swalayan pertama

Dulu ketika orang belanja ke toko masih dilayani pelayan toko atau pemilik tokonya, tidak ada seru-serunya acara belanja. Tapi semua berubah semenjak negara api menyerang adanya konsep toko swalayan. Dengan toko swalayan, acara belanja malah kadang jadi acara rekreasi keluarga. :)

Kalo tidak salah (berarti benar), sejauh ingatan saya toko yang pertama kali menggunakan konsep swalayan di Purwodadi adalah Surya Laksana. Baru kemudian diikuti oleh toko-toko lainnya. (bila keliru silakan dikoreksi ya). Namun lokasinya tidak berada di lokasi yang sekarang, namun tepat di sebelah hotel Griya Laksana (sekarang menjadi toko Dobbi), sedang Surya Laksana pindah ke sebelah utara sedikit.

 Dulu konsep swalayan juga agak gimana gitu ketika diterapkan untuk pertama kali. Mirip-mirip seperti adegan di film Oshin (yaelah jadul banget ya). Pertama agak kagok buat pembelinya, ketika berbelanja masih ada yang bawa tas plastik sendiri atau tas lain, belum tau kalo nanti dikasih tas plastik. :D

Dobby sebelah Griya Laksana
Dobby sebelah Griya Laksana

Dan satu hal lagi memori disitu. Dulu kalo pas hari minggu rame banget anak-anak main Tamiya (mini 4WD, tapi dahulu lebih dikenal dengan nama Tamiya walaupun merknya belum tentu Tamiya :D ) di belakang toko. Karena dulu memang disediakan arena track khusus Tamiya disana (ah, jadi ingat Yonkuro, Shinkuro, Tankuro, Punkuro, dan teman-teman nih). Tapi sesuai kemajuan jaman dan selera, ketika Tamiya sudah nggak njamani lagi, arena track Tamiya itu ya sudah dikukuti lagi. :D

ada yang punya cerita lain lagi seputar toko ini? :)

Jualan kaos khas Purwodadi

Sering kali saya mendapat pertanyaan seperti ini;

Mas, kaosnya itu dijual nggak? Harganya berapa?

Akhirnya setelah sekian lama, sayapun memantapkan diri untuk menjual kaos berdesain kata-kata yang khas purwodadi itu. Tapi karena beberapa kendala, saya pake jasa pihak ketiga dulu yah… (dalam hal ini tees.co.id). Saya yang desain, mereka yang bikin dan jualan, anda yang beli :D

jual_kaos_purwodadikaos lahpore kompilasi

Sekarang baru itu dulu sih… setelah ini desain-desain berikutnya akan menyusul. Dan tentunya nggak cuma kaos juga ding. karena ada casing hp, tas, jaket, dll.

Jadi, tunggu apa lagi… Monggo diborong… :)

*kalo gini, udah pantes jadi sales belom ya?