Sing penting ora lara

Kemarin waktu ke Semarang gak sengaja lihat tulisan yang bagus juga untuk jadi bahan postingan. Apalagi blog gak penting ini sudah berbulan-bulan gak nambah postingan. 😁

Mangano sitik sing penting ora loro :)

Disitu tertulis “becik ketitik ala ketoro. mangano sitik sing penting ora loro.” Dua kalimat yang sebenarnya gak nyambung tapi ternyata bisa disambung-sambungkan. Lumayan bagus juga idenya. :)

Lupakan aturan penulisan yang baku, karena memang sulit menulis kalimat dalam bahasa Jawa dengan aksara latin, yang penting maksudnya sampai, yang baca paham maksudnya. Itu sudah lebih dari cukup kan?

Yang penting happy :)

Maklum..at

Pagi tadi lewat di jl R Suprapto nemu ada surat yang ukurannya gede banget, mungkin ditujukan untuk ultramen. Setelah dekat terbaca deh bahwa surat gede itu maklumat kapolri tentang apalagi kalo bukan wabah COVID-19.

maklumat kapolri
maklumat kapolri

Sik… sik… kan sekarang lagi gencar himbauan untuk jaga jarak minimal 1 meter dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. Lha trus kalo nanti pas baca ujug-ujug ada yang njejeri karena sama-sama penasaran dan ingin baca juga, trus orang-orang malah berkerumun di bawah situ buat baca maklumat itu (sama kayak jaman dulu orang baca koran yang ditempel di papan alun-alun) apa enggak jadi kontra produktif ya? Menghimbau orang untuk jangan berkerumun tapi malah membuat potensi orang berkerumun.

Ah embuhlah… Niatku sih tadi njepret ini biar bisa dibaca nanti itu tulisannya apa. Eh nggak tahunya tulisannya gak kebaca. Dasar nasib pake kamera hape seadanya.. Ya wis tak gawe postingan blog wae :(

Dilarang ini, dilarang itu

Ngantuk dan tidur itu manusiawi… bergurau juga manusiawi.. akan tetapi lain ceritanya jika itu semua dilakukan di tempat dan waktu yang tidak tepat…

Kalo tulisan dilarang bicara waktu khotbah mungkin sering kita temui di dinding masjid, tapi kalo jangan bergurau?? Mungkin baru ini saya temui.. :D

Mungkin juga karena suasana didalam masjid yang sangat mendukung untuk melepaskan kantuk dan lelah sehingga masjid jadi semacam hotel berbintang dan berbulan yang gratis untuk orang-orang melepas lelah dan kantuk disitu… dan dibuatkan rambu larangan spesial pula :D

*gambar tulisan di dinding masjid