Masjid Jabalul Khoir

Iseng-iseng buka-buka folder di harddisk, ternyata ada satu foto Masjid Jabalul Khoir yang lokasinya berada di Simpanglima Purwodadi. FYI masjid ini adalah salah satu masjid terbesar di Purwodadi disamping masjid Baitul Makmur yang terletak di alun-alun kota Purwodadi.

Setelah googling sebentar, ternyata foto ini dulunya saya dapati dari Panoramio dan diunggah oleh wherrysusanto. (Untuk lisensi foto silakan langsung ditanyakan pada pemiliknya ya.. soalnya cuma tertulis “© All Rights Reserved by wherysusanto“). Karena dipotret tahun 2007 pastinya sekarang sudah berubah apalagi setelah ada pemugaran di masjid ini.

Terus kenapa pamer foto yang bukan milik pribadi?
Sebenarnya simpel saja…
#1. Saya belum pernah motret masjid ini :D
#2. Fotonya bagus… ;) (terima kasih untuk wherrysusanto yang telah mengunggahnya)
#3. Males motret… apalagi setelah tahu banyak postingan tentang Purwodadi-Grobogan yang di copy-paste secara brutal, baik foto maupun artikelnya.

Sebenarnya ada beberapa keunikan Masjid ini yang sepertinya tidak begitu diperhatikan orang-orang… yaitu arsitektur dari bangunan masjid ini. Keunikan masjid ini adalah tidak adanya kubah diatas atap masjid ini. Jadi kalau kota Semarang memiliki Gereja Blenduk sebagai landmark kota Semarang karena keunikan arsitektur bangunannya, kota Purwodadi juga memiliki Masjid Jabalul Khoir yang justru merupakan masjid yang tidak memiliki kubah di atapnya selaiknya bangunan masjid-masjid yang lain.

Selain itu masjid ini memiliki keunikan lain, seperti tidak adanya menara masjid dan konstruksi bangunan yang hanya disokong oleh pilar-pilar yang terletak di pinggir (menyatu dengan dinding) berbeda dengan masjid lain yang ada pilar di tengahnya. Tentang seberapa besarnya pilar bisa anda lihat di serambi masjid karena di serambi tidak ada dindingnya, hanya pilar-pilar besar penyokong atap masjid :D.

Oh iya… pilar-pilar ini kalau pas ada event Jum’atan selalu laris lho buat senderan para jamaah yang pengen ngeluk geger dan niat untuk tertidur ditemani angin sepoi-sepoi beserta bau ayam goreng yang lezat selagi mendengarkan khatib yang sedang berkhotbah… :D

Last but not least... mungkin kalau ada yang mau mempromosikan masjid Jabalul Khoir ini sebagai tetenger atau landmark kota Purwodadi, mungkin kota Semarang bisa jadi merasa tersaingi karena ternyata ada kebalikan dari Gereja Blenduk yang mirip masjid di Semarang yaitu Masjid Jabalul Khoir yang secara arsitektur tidak mirip masjid ;)

*kira-kira lambang rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan lambang masjid itu perlu direvisi nggak ya? –haiyah–

Sumber foto: http://www.panoramio.com/photo/26590841

sirine kota

kalo pas puasa kayak gini satu hal yang diidam-idamkan nantikan adalah pas waktu buka puasa (ya iya lah..). sedikit beda dengan kota-kota lain (kalo kebetulan gak tinggal di kota ya boleh lah disebut “daerah lain” hehe), di purwodadi ada suatu keanehan adat yang mungkin gak kita temukan di daerah lain, yaitu adanya bunyi sirine yang menguasai penjuru kota selama beberapa saat pada waktu imsak dan maghrib.

buat orang purwodadi sendiri, mendengarkan bunyi sirine itu untuk menandai awal dan akhir puasa ramadhan bisa jadi suatu ritual yang sebisa mungkin tidak hilang. paling nggak buat Q-thrynx sendiri.. :D
buktinya pas pertama kali mengalami puasa di semarang (kira-kira 10 tahun yang lalu lah), Q sempat kebingungan nunggu tanda berbuka puasa yang biasanya Q dengar dari kecil koq sampe bunyi adzan berkumandang masih belum kedenger..
setelah dipikir-pikir.. iya juga.. lagi nggak di purwodadi waktu itu.. :D
beberapa hari kemudian pas ngumpul sama temen-temen (yang kebetulan cah-cah purwodadi juga) baru sadar kalo sebagian besar juga ngalami hal yang sama.. nunggu suara ngiiiiiiiing tanda buka puasa itu.

entah mulai kapan sirine itu sudah jadi tanda untuk memulai dan mengakhiri puasa dibulan ramadhan di purwodadi. yang jelas sih suara ngiiiiiiiiiiiiing itu sudah menjadi adat yang tak terpisahkan dari kehidupan ramadhan di purwodadi. (weiiss… bahasane ngeri thok..)

btw tau nggak tempat lokasi dari sirine yang suaranya selalu menguasai seluruh penjuru kota kalo pas ramadhan itu? yupz.. sirine itu terletak di masjid alun-alun purwodadi (nama resminya sih kalo gak salah masjid baitul makmur). tapi yang agak memilukan… (ah bahasane infotainment banget ya?) sirine itu sudah beberapa tahun ini tidak lagi meraung.. (bingung nyebut kata buat istilah sirine berbunyi hehe)

lho..? kalo sudah tidak berbunyi lagi trus suara ngiing tadi pagi pas imsak dan kemarin sore sebelum adzan maghrib itu suara apa coba??

yupz.. memang sih kalo pas imsak dan sebelum adzan maghrib masih terdengar suara ngiiiiing.. tapi itu hanya suara sirine saja yang didengar.. bukan sirine yang di dalem masjid alun-alun itu yang dibunyikan. karena menurut sumber yang dapat dipercaya.. sirine yang ada di masid itu sudah lama rusak dan tidak dapat dipergunakan. dan sebagai gantinya dipakailah rekaman suara ngiiiiiing itu yang dipancarluaskan oleh radio purwodadifm (dulunya dikenal sebagai RSPD kab Grobogan) setiap ramadahan tiba. yaah.. namanya juga kemajuan jaman… kalo alat yang kuno dah gak bisa kepake karena rusak (dan butuh biya ekstra buat mbenerinnya) maka alat yang lebih modern siap untuk menggantikannya…