Lampu pecah

Tadi malam entah karena sebab apa, tahu-tahu saja lamu dikamar pecah bagian bola lampunya, padahal lampu LED itu masih dalam keadaan nyala. Buat orang yang punya kecenderungan mistik bisa jadi banyak perkara nih, mana malem jumat pula. :D

Tapi kejadian ini bukan pertama kali koq. Jadi gak kaget lagi. Lampu LED yang di bagian belakang rumah sudah tahu-tahu pecah juga dari jaman dulu. Entah apa pula sebabnya. Dulu saya pikir karena kena hujan. Sesuatu yang panas lalu kena air ya pasti cepat jebol rusak juga. Tapi kali ini lampu di dalam kamar. Mungkin plastik bagian cembung itu terbuat dari bahan dengan bukan kwalitas yang baik.

Sampai sekarang tak biarin saja… Malah lampunya jadi makin terang karena diffusernya sudah gak ada.

Apakah ada yang mengalami ini juga? :)

Nganggo riting disik ya

Kalo dulu pernah posting tentang pesan layanan masyarakat dari Satlantas Polres Grobogan yang lucu-lucu, seperti “Dilarang Kecelakaan, Rumah Sakit Jauh” dan rambu yang sangat epic yaitu rambu “Mas ojo ngebut Aku isih seneng Karo Sliramu” ternyata ada satu baliho lagi yang lolos dari pantauan (padahal sering lewat lhoo). Masih dengan menggunakan kebijakan mengusung budaya lokal, yaitu menggunakan basa jawa.

nganggo_riting
ATI-ATI…! OJO ASAL MENGGOK NGANGGO RITING NDISIK YO…

Dilihat dari warnanya yang sudah pudar kayaknya baliho di depan Pasar Purwodadi ini sudah lama terpasang. Hanya saya (bloger gak penting ini) saja yang tidak pernah memperhatikan. Mungkin karena letaknya yang didekat pertigaan jadi konsentrasi lebih ke pertigaan yang lumayan rame di depan daripada cengengesan baca pesan layanan masyarakat di baliho.

Tentang isinya yang berbahasa jawa, sepertinya itu adalah cara yang super keren. Pesan bisa terkirim dengan ringkas dan gampang dipahami. Coba saja diterjemahkan ke bahasa lain. Apakah masih seringkas dan semudah ini dipahami?

Becak lampu di alun-alun Purwodadi

becak-lampu-purwodadiBecak dikenal sebagai alat transportasi beroda tiga yang digerakkan dengan modal tenaga dengkul. Tapi becak lampu beda… Selain beroda empat, becak satu ini juga tidak berfungsi sebagai alat transportasi, namun lebih berfungsi sebagai alat rekreasi (itupun hanya oke kalo beroperasi saat malam saja, masak siang-siang nyalain lampu… gak go green kan?).

Wahana ini sudah agak lama beredar beroperasi di alun-alun kota Purwodadi – Grobogan. Melengkapi sarana hiburan rakyat yang murah meriah bar mutah-mutah yang sudah ada seperti kereta kelinci, odong-odong, mandi bola, atv, dsb. Jadinya sekarang di alun-alun tidak hanya menyediakan sarana hiburan untuk anak-anak saja, hiburan untuk remaja dan dewasapun telah tersedia. :D

Stanplat Purwodadi

Kalau orang Purwodadi ditanya dimana letak terminal bus Purwodadi maka pasti jawabannya di bagian barat Jl. Gajah Mada didekat Tugu Tani itu. Memang tidak salah. Karena memang terminal Purwodadi lokasinya disitu adanya. Namun mungkin beda kalau pertanyaannya diganti dengan dimana sih stanplat purwodadi? Hah… stanplat..? Entah sudah berapa lama tak terdengar kata-kata ini. Sepertinya sudah lama tak terdengar kata stanplat. Orang-orang lebih sering menyebut dengan terminal bus daripada stanplat. :D

Menurut kamus besar, stanplat (stan.plat) :tempat berhenti kendaraan umum (bus dsb); tempat yg disediakan bagi penumpang untuk menunggu kendaraan umum; terminal (nomina)

Terminal kecil yang ada di daerah Jagalan ini memang sudah lama tidak difungsikan lagi dan kegiatan keluar masuk kendaraan umum sudah dipindahkan ke terminal baru yang lebih besar di jl. gajah mada tersebut. Karena terminal lama ini tidak difungsikan lagi maka sekarang lokasinya menjadi tanah kosong seperti tanah tak terurus dan hanya tinggal kios-kios kecil di sisi sebelah timur yang masih hidup.

terminal lama purwodadi
lahan bekas terminal lama (stanplat) purwodadi

Ada satu memori kecil yang agak samar dengan stanplat purwodadi ini, di perempatan jalan (entah di perempatan jagalan itu atau di perempatan toko bejo (prapatan bejo)) ada lampu lalu lintas (lampu bangjo) digantung ditengah-tengah perempatan jalan sehingga terlihat gandul-gandul ra kathok’an yang menurut saya lebih eksotis daripada lampu bangjo model sekarang (apalagi dengan tambahan countdown timer yang selalu membuat orang ingin bergegas melaju walaupun lampu masih merah).

prapatan jagalan
perempatan di sudut bekas terminal lama (stanplat) Purwodadi

Adakah yang mengingat tentang lampu bangjo kuno yang gandul-gandul ra kathokan di tengah perempatan itu dulu? :D