Pusat kuliner Purwodadi

Akhirnya di penghujung bulan November kemarin kota Purwodadi kembali memiliki daerah yang bisa jadi jujugan orang-orang yang hobinya memanjakan lidah dan perutnya, yaitu dengan diresmikannya PUSAT KULINER PURWODADI.

Pusat kuliner Purwodadi

Lokasinya tak jauh dari Pujapura, hanya terpisah jalan di area barat Pujapura yang sudah kadung terkenal itu. Kalo orang asli Purwodadi pasti paham, apalagi jika disebutkan area koplak dokar yang dulunya terkenal kumuh dan sempat dikenal sebagai tempat mangkalnya psk. Jadi pasti gampang menemukan tempat kulineran yang satu ini, gak bakal nyasar deh.

Kelihatannya selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan kuliner Purwodadi. Mungkin karena masih baru, masih gress. Masih ada plastiknya. Walaupun pedagangnya juga orang-orang lama, yaitu pedagang kaki lima yang sebelumnya mangkal di sepanjang jalan R Suprapto, bunderan Simpang Lima dan sekitarnya. Ngikut penataan kota yang sudah dibuat oleh pemerintah kabupaten Grobogan.

Semoga saja tetap ramai dikunjungi penikmat kuliner dan bisa menjadi jujugan orang-orang yang memang hobi kulineran, serta tidak ikut bernasib sama dengan pujapura yang akhirnya berevolusi menjadi pusat counter handphone.

Pujapura

Ada masanya dimana kota Purwodadi Grobogan ini memiliki sebuah lokasi yang menjadi pusat jajanan, baik makanan ringan maupun makanan berat tapi jangan tanya berapa kilo ya. Nama lokasinya adalah PUJAPURA. Kalo gak salah itu singkatan dari Pusat Jajanan Purwodadi (gak terlalu yakin dengan singkatan ini, kalo ada yang ingat singkatan ini mohon tinggalkan komentar dibawah, bukan jebakan umur lho). Semacam pujasera tapi khusus untuk area Purwodadi.

Dulu ada 2 lokasinya, yang kebetulan berada di tanah milik PJKA (sekarang jadi PT KAI) di lokasi yang dikenal dengan sebutan rel bengkong. Lokasi pertama berada di tikungan rel dari selatan menuju ke stasiun Purwodadi, yang sampai sekarang namanya masih dikenal dengan nama PUJAPURA. Lokasi kedua berada rel bengkong juga, pas rel menikung dari stasiun Purwodadi menuju ke jurusan ke Utara. Persisnya diarea dekat Tugu pahlawan. Sekarang sudah menjadi area ruko kencana dan taman kota, sudah tidak lagi dikenal sebagai pujapura seperti dulu (lupa lokasi yang ini dulunya dikenal dengan pujapura 1 atau pujapura 2). Jadi kalau ada yang menyebut nama pujapura maka tempat yang dimaksud adalah tempat yang pertama.

Entah bagaimana ceritanya, pusat jajanan itu sekarang menjadi pusat handphone. Tapi yang jelas sih orang Purwodadi gak menjadikan smartphone sebagai jajanan lho ya. πŸ˜€

PUJAPURA phone market
PUJAPURA phone market

Sekarang ini sepertinya sedang dibangun juga lokasi untuk pusat kuliner di Purwodadi, yang kebetulan lokasinya di dekat pujapura ini, di area yang dulunya dikenal dengan nama koplak dokar, tempat parkir dokar, yang seiring berjalannya waktu semakin tersisih oleh moda transportasi yang lebih modern. Entah kapan mulai dibukanya tempat kulineran itu, kayaknya tempatnya sudah hampir selesai.

Di dekat Taman Hijau Kota Purwodadi juga katanya akan dibangun pusat kuliner. Saat ini sih lokasinya sudah dibersihkan dan diurug dan diratakan. Entah kapan mulai digarap.

Yang pasti semoga nanti kalo kota Purwodadi sudah punya pusat kuliner gak bisa jadi jujugan warga buat kulineran dan tidak beralih fungsi seperti nasib pujapura ya… Masak pusat jajanan koq isinya jualan handphone, emangnya wong Purwodadi ngemil handphone? Ngeri thok yes. Hehehehe. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜…

Cokelat Jago yang legendaris

Ternyata di jaman now sekarang dimana kudapan cokelat banyak diserbu dengan cokelat dengan merk-merk baru dan lebih mahal kekinian, masih ada saja cokelat legendaris ini. Si cokelat JAGO. Begitu aku dan teman-teman dulu menyebutnya, karena gambar dan tulisan jago di bungkus cokelat berwarna merah itu.

cokelat jago
cokelat jago

Terus terang untuk rasa memang rasanya gak bisa menyaingi cokelat yang kekinian, pastinya kan harga tak pernah bohong. Ana rega ana rupa. Tetapi sepertinya rasa nostalgia masa kecil tetap menarik hati, bisa dikatakan mengalahkan rasa di lidah. :)

Dulu kenal cokelat ini jaman tv masih hitam putih dan cuma ada 1 saluran yaitu TVRI yang legendaris itu. Bahkan sebelum setiap pemilik tv dimintai iuran TVRI. Awas jebakan umur buat yang sedang bernostalgia. hehehe :)

selamat siang, selamat makan siang.
btw kenal cokelat jago nan legendaris sejak kapan?

Kecap Purwodadi yang baru

kecap masak cap iboe
kecap masak cap iboe

Kalo bicara kecap Purwodadi pasti yang kebayang adalah kecap cap udang buatan Oei Hok Hoo yang legendaris itu. Padahal kecap Purwodadi bukan cuma satu merk itu saja. Bahkan dulu pernah nemu gambar kecap purwodadi yang sama-sama buatan Oei Hok Hoo tapi belum pernah saya temui. Nah sekarang ada lagi nih kecap purwodadi yang baru (setidaknya baru kali ini saya melihatnya). Merknya cap IBOE. EntahΒ  ibu siapa yang fotonya terpampang di botol bungkus kecap ini, saya juga tidak mengenalinya. Tebakan paling jitu, ibu itu bernama ibu Mayasari jika melihat dari nama yang terpampang di botol. Sayapun juga tidak tahu kecap ini bikinan purwodadi bagian mana, karena di bungkusnya hanya tertulis dikeluarkan oleh ibu Mayasari A. Purwodadi.

Adakah yang pernah pake kecap yang ini juga? atau ada yang tahu bikinan mana. Atau mungkin ada cerita tentang kecap ini silakan saja dibagi di kolom komentar. Kebetulan kecap di rumah masih ada, jadi kecap yang ini belum dibuka. Jadi mohon untuk tidak tanya bagaimana rasanya ya. :)