Sing penting ora lara

Kemarin waktu ke Semarang gak sengaja lihat tulisan yang bagus juga untuk jadi bahan postingan. Apalagi blog gak penting ini sudah berbulan-bulan gak nambah postingan. 😁

Mangano sitik sing penting ora loro :)

Disitu tertulis “becik ketitik ala ketoro. mangano sitik sing penting ora loro.” Dua kalimat yang sebenarnya gak nyambung tapi ternyata bisa disambung-sambungkan. Lumayan bagus juga idenya. :)

Lupakan aturan penulisan yang baku, karena memang sulit menulis kalimat dalam bahasa Jawa dengan aksara latin, yang penting maksudnya sampai, yang baca paham maksudnya. Itu sudah lebih dari cukup kan?

Yang penting happy :)

Bukan hasil korupsi

Sore ini pas di parkiran mini market, saya temui sebuah motor berwarna kuning tai kinclong yang kebetulan parkir di sebelah motor saya.

Yang menarik perhatian saya bukan motor dan warnanya, tetapi tulisan yang terpampang di helm yang juga berwarna kuning senada dengan warna motornya.

Bukan hasil korupsi
Bukan hasil korupsi :)

Pesannya sungguh menggelitik. “BUKAN HASIL KORUPSI TAPI HASIL OPENBO”. Entah beneran atau hanya bercanda, tapi pesannya sungguh sayang kalo hanya dilihat sambil lalu, mendingan dibikin konten saja. :)

Terus terang saya angkat jempol untuk keberanian berekspresi seperti ini. Kalo saya yang disuruh bawa motor dan helm ini, wah nggak dulu deh. *melambaikan tangan ke kamera*

Dheye si peramal

Pagi tadi ada tamu istimewa yang datang nangkring di pager rumah. Dari kecil saya mengenalnya dengan nama Dhèyè (huruf e diucapkan seperti pada tempe), tetapi sebagian besar orang jawa menyebutnya dengan nama Walang Kadung atau Walang Kèkèk, sedang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Belalang Sembah atau Belalang Sentadu. Diluar itu ada teman yang menyebutnya dengan nama Cangcorang. Banyak juga ya namanya, kayak teroris saja banyak aliasnya. :)

Belalang sembah
Sang peramal

Waktu kecil kalo ada Dheye, seringnya dipakai untuk main-main meramal kelakuan atau posisi tidur teman. Jadinya seru ketika si Dheye ini berlaku ajaib, sehingga kesempatan buat meledek teman yang namanya disebut untuk diramal itu. Persis sama dengan kelakuan anak-anak pada salah satu episode di serial upin-ipin (ternyata budaya kita banyak miripnya dengan negeri ipin-upin ya), hanya saja saya lupa kalimat rapalan mantranya seperti apa. Maklum, sudah bukan anak-anak lagi. Halah padune lalinan ae koq alesan.

Ngomong-ngomong sebagai apa anda mengenal Dheye ini? Dan ada cerita apa tentang belalang jenis ini?