Aksara Jawa yang disingkat

Kembali ngomongin soal aksara jawa, setelah kemarin bingung kenapa tulisan R. Suprapto ditulis dengan rasuprapto tanpa penanda singkatan, tadi sore saya nemu tulisan aksara jawa yang memuat tulisan yang disingkat.

SMAN 1 Purwodadi
SMAN 1 PURWODADI

Contoh kasus kali ini juga masih di jalan yang sama, yaitu di SMAN 1 Purwodadi. Pada tulisan dengan aksara jawa terlihat huruf sa ma a na diberi pemisah pada lingsa sebagai ganti tanda titik pada aksara latin (walaupun setahu saya pada lingsa ini digunakan sebagai pengganti tanda koma bukannya tanda titik, yang biasanya digunakan untuk penanda titik adalah pada lungsi, setidaknya begitulah yang saya tahu), kemudian untuk angka 1 diapit oleh tanda pada pangkat. Entah kenapa juga aksara sa dan na menggunakan aksara murda, tidak menggunakan aksara nglegena seperti yang lain, ini juga suatu misteri baru. Yang pasti sempat membikin bingung itu huruf apaan ya? 😁

Untuk penulisan singkatan saya cenderung lebih condong ke tulisan ini daripada penulisan seperti pada postingan sebelumnya. Lebih kelihatan kalo disitu tertulis singkatan. Tidak terbaca sebagai samaana 1 purwodadi. 😁

Jadi….. sebenarnya bagaimanakah aturan baku untuk penulisan aksara jawa untuk singkatan seperti pada kasus ini dan pada postingan sebelumnya? Entahlah… Saya tidak tahu (dan lagi malas buat nyari tahu). 😋

Virus format

+: Wah komputerku koq saiki rusak terus yo mas…

-: Lha rusak kena apa?

+: Mbuh… kayake kena virus ki…

-: Virus apa? komputer koq sering men kena virus… Wingi jarene wis diserpiske

+: Iya sih… wingi wis bener. Terus bar kuwi tak format. Tapi bar tak format koq laguku ilang kabeh yo mas, kena virus apa neh ya?

-: ………………………………………………………………………………………………

krik… krik… krik…

*percakapan yang saya dengar beberapa minggu yang lalu…
** moral cerita: pengetahuan yang dangkal bisa jadi berbahaya..