Dheye si peramal

Pagi tadi ada tamu istimewa yang datang nangkring di pager rumah. Dari kecil saya mengenalnya dengan nama Dhèyè (huruf e diucapkan seperti pada tempe), tetapi sebagian besar orang jawa menyebutnya dengan nama Walang Kadung atau Walang Kèkèk, sedang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Belalang Sembah atau Belalang Sentadu. Diluar itu ada teman yang menyebutnya dengan nama Cangcorang. Banyak juga ya namanya, kayak teroris saja banyak aliasnya. :)

Belalang sembah
Sang peramal

Waktu kecil kalo ada Dheye, seringnya dipakai untuk main-main meramal kelakuan atau posisi tidur teman. Jadinya seru ketika si Dheye ini berlaku ajaib, sehingga kesempatan buat meledek teman yang namanya disebut untuk diramal itu. Persis sama dengan kelakuan anak-anak pada salah satu episode di serial upin-ipin (ternyata budaya kita banyak miripnya dengan negeri ipin-upin ya), hanya saja saya lupa kalimat rapalan mantranya seperti apa. Maklum, sudah bukan anak-anak lagi. Halah padune lalinan ae koq alesan.

Ngomong-ngomong sebagai apa anda mengenal Dheye ini? Dan ada cerita apa tentang belalang jenis ini?

Belalang… lagi dan lagi…

Setelah dua kali posting foto belalang (yang pertama si belalang imut, lalu si belalang yang lagi bermandikan cahaya matahari), sekarang ini saya memajang (lagi) foto-foto belalang. Entah kenapa saya koq ya sering sekali memotret belalang… ini juga saya sadari, apalagi setelah buka-buka koleksi hasil jepretan di hardisk komputer.

Biar nggak bosen, sekalian majang beberapa foto sekaligus saja. :D Lanjutkan membaca “Belalang… lagi dan lagi…”

Belalang (lagi)

Hanya karena kemarin posting gambar belalang ijo yang imut, sekarang jadi kepengen untuk posting gambar lagi. Dan setelah ngubek-ubek isi hardisk komputer… *jreng-jreng*… saya nemu foto belalang lagi… :) Bedanya belalang versi yang ini sudah tidak berukuran imut seperti belalang yang kemarin. Warnanyapun tidak hanya hijau, ada corak coklat kekuningan (apa kuning kecoklatan ya?).

Sayang fotonya nggak sebagus foto belalang kemarin.. :(
Cahaya matahari terlalu cemlorot pas di tubuh sang belalang. Jadinya silau men… :D
Ah sudahlah.. lha wong namanya saja kamerawan amatir yang masih pemula. Gagal motret itu BIASA. Yang nggak biasa itu yang tahu kalo fotonya nggak bagus tapi masih tetep pengen lihat fotonya. :D

Lanjutkan membaca “Belalang (lagi)”

Belalang

belalang (Caelifera)seekor belalang bertengger di atas pagar rumah yang terbuat dari BRC. mencoba berlindung dari terpaan hujan yang akan segera datang menyirami bumi. dibawah naungan atap teras rumah, sang belalang memang terlindung dari hujan yang mulai turun… namun tidak dari bidikan kamerawan amatir dan pemula yang sedang kumat isengnya. :)

*posting terakhir di tahun 2011