Aksara Jawa yang disingkat

Kembali ngomongin soal aksara jawa, setelah kemarin bingung kenapa tulisan R. Suprapto ditulis dengan rasuprapto tanpa penanda singkatan, tadi sore saya nemu tulisan aksara jawa yang memuat tulisan yang disingkat.

SMAN 1 Purwodadi
SMAN 1 PURWODADI

Contoh kasus kali ini juga masih di jalan yang sama, yaitu di SMAN 1 Purwodadi. Pada tulisan dengan aksara jawa terlihat huruf sa ma a na diberi pemisah pada lingsa sebagai ganti tanda titik pada aksara latin (walaupun setahu saya pada lingsa ini digunakan sebagai pengganti tanda koma bukannya tanda titik, yang biasanya digunakan untuk penanda titik adalah pada lungsi, setidaknya begitulah yang saya tahu), kemudian untuk angka 1 diapit oleh tanda pada pangkat. Entah kenapa juga aksara sa dan na menggunakan aksara murda, tidak menggunakan aksara nglegena seperti yang lain, ini juga suatu misteri baru. Yang pasti sempat membikin bingung itu huruf apaan ya? 😁

Untuk penulisan singkatan saya cenderung lebih condong ke tulisan ini daripada penulisan seperti pada postingan sebelumnya. Lebih kelihatan kalo disitu tertulis singkatan. Tidak terbaca sebagai samaana 1 purwodadi. 😁

Jadi….. sebenarnya bagaimanakah aturan baku untuk penulisan aksara jawa untuk singkatan seperti pada kasus ini dan pada postingan sebelumnya? Entahlah… Saya tidak tahu (dan lagi malas buat nyari tahu). 😋

Aksara Jawa di plang nama jalan

Kemarin ketika nyervis motor, tanpa sengaja melihat plang nama jalan yang bertuliskan aksara Jawa. Iseng-iseng saja saya baca, sambil ngasah kemampuan apakah masih bisa baca aksara Jawa atau sudah hilang skill wajib jaman sekolah dulu itu karena sudah lama tidak digunakan lagi.

Plang nama jalan dalam aksara Jawa
Plang nama jalan R Suprapto

Dan ternyata saya masih ingat bagaimana membaca aksara Jawa. Namun ada yang membuat kening saya sedikit berkerut. Aksara Jawa yang tertera di baris bawah itu ternyata tidak sama persis. Hanya tertulis kata rasuprapto. Tidak ada kata jalan atau dalan (dalan artinya jalan), dan langsung ke nama jalannya. Selain itu huruf R yang berupa singkatan dari kata Raden hanya ditulis dengan huruf ra. Tidak ada tanda bahwa itu adalah huruf yang disingkat, seperti pada aksara latin singkatan umumnya ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Tapi ya bagaimana lagi, lha wong aksara Jawa kan selain tidak mengenal huruf kapital, tidak mengenal spasi, jadi ya mungkin begitulah akhirnya… R. Suprapto akhirnya ditulis menjadi rasuprapto. Entah kenapa juga gak sekalian ditulis Raden Suprapto, saya juga tidak tahu. Kalo ada yang nanya ya paling saya jawab persis seperti kalimat pak Jokowi yang fenomenal itu… Ya ndak tahu koq tanya saya. 😁

aturan nama belakang = nama keluarga ?

setiap kali kita bikin akun di dunia maya, apalagi yang geratisan… pasti kita akan diminta data nama kita.. *ya iya lah..* dan seperti sudah aturan tidak tertulis kalo form isian nama hampir pasti dibikin dua kali isian, yaitu nama depan dan nama belakang…

buat yang memang ditakdirkan namanya hanya terdiri dari dua kata sih bisa dengan enak ngisi tanpa perlu menerjemahkan macem-macem.. nah kalo yang namanya terdiri dari satu kata saja (misalnya: soekarno, soekarni, soeharto, soedirman, dll) pastinya jadi sedikit masalah… form kedua itu mau diisi apa? diisi air?? kalo mau diisi air gimana caranya coba?? :D

pasti ada mau bilang “kan nama belakang itu nama keluarga..”

hey, kalo orang londo sih iya.. punya nama keluarga.. lha terus buat orang jawa yang memang tidak memiliki kultur budaya menggunakan nama keluarga njur piye jal? apakah harus diisi nama bapaknya? kalo nama bapaknya lebih dari satu kata gimana coba?

itu baru masalah kalo namanya terdiri dari 1 kata.. trus bagaimana kalo namanya terdiri dari >2 kata? contoh: namaku sendiri Arief Setiadi Wibowo… diform nama belakang itu harusnya diisi apa? “Setiadi Wibowo” atau “S. Wibowo” atau cukup hanya ditulis “Wibowo”??

kalo pilihan yang HARUS diikuti adalah pilihan terakhir.. alangkah kasihan yang punya nama panjang buanget (terdiri dari 4 kata, 5 kata, atau bahkan lebih).. karena namanya akan dikorupsi banyak banget… korupsi koq nama, gak ada untungnya.. :D

thus.. apakah nama tiap orang lama-lama akan diformat dalam 2 kata semuanya dengan ketentuan standar? emangnya nama harus pake aturan SNI juga ya? :D

*tabik*