Lettermark alun-alun Purwodadi 

Minggu kemarin di alun-alun Purwodadi saya melihat ada beberapa pekerja yang sedang menurunkan sesuatu dari mobil pickup yang membuat saya teringat postingan saya tentang proyek renovasi alun-alun. 

pekerja menurunkan lettersign
pekerja menurunkan lettersign

Dulu saya menulis kalo hasil proyek kemarin itu ada yang kurang, yaitu adanya lettersign yang bisa jadi spot selfie, sekaligus menunjukkan tanda untuk landmark kota biar tidak terjadi kebingungan orang yang berasal dari luar kota mana yang alun-alun kota purwodadi, mana yang simpanglima. Dan ternyata sekarang terwujud! 

lettersign alun-alun purwodadi
lettersign alun-alun purwodadi

Dan sekarang jadi kepikiran… apa bapak/ibu pejabat baca blog ini ya? hehehe. Ah gak usah GeeR deh. itu pasti karena the power of ndilalah. :)

Tapi btw kalo dipikir-pikir, kata-kata alun-alun Purwodadi itu koq kayaknya terlalu panjang ya? yah maklum ajalah, lha wong kata Purwodadi saja sudah butuh 9 karakter, ya pasti kelihatan panjang. Apalagi kalo ditambah kata didepannya. Pasti jadi makin panjang dong.

Jadi… sudahkah anda foto-foto selfie di depan lettersign di salah satu landmark kota purwodadi yg legendaris ini? Sudahkah di-share di medsos? Hayo mumpung baru berumur seminggu nih. :)

Iklan

Jalan-jalan malam di alun-alun Wonogiri

Kemarin saya dolan ke Wonogiri dalam rangka ke tempat sodara. Sekilas jika dibandingkan dengan Purwodadi, Wonogiri tampak seperti kota yang lebih besar dan lebih ramai. Apalagi jika dilihat dari infrastruktur kota yang jalannya lebih lebar dan mulus, dan suasana lalu-lalang kendaraan yang ramai melintas di jalan. Tetapi ternyata semua berubah semenjak negara api menyerang ketika malam tiba. Kota yang ramai itu menjadi sepi ketika malam tiba.

Ketika itu baru sekitar jam sembilan malam, namun suasana koq sudah sepi. Oleh karena rasa penasaran saya dan sepupu saya Rino, iseng saja jalan-jalan di sekitar kampung. Dan seperti yang kami duga, suasana benar-benar sepi. Daripada dikira sedang ngapain di kampung orang, mending balik saja ah. :)

Sesampainya di kediaman Om, ternyata ada juga Om Budi dan Pak Bari yang juga penasaran dengan sepinya suasana wonogiri di malam itu. Jadilah kami berempat jalan-jalan malam lihat kota wonogiri kala malam. Dan menakjubkan, walaupun belum terlalu malam suasana kota seperti berubah 180 derajat. Jalan yang ramai ketika siang bisa menjadi sepi dan seperti suwung ditinggal penghuninya. Bahkan pedagang kakilima juga jarang. Ada beberapa yang jualan namun itupun sepi pembeli juga.

Karena bingung mau kemana, akhirnya dipilihlah alun-alun kota wonogiri. Biasanya kan alun-alun itu d arsitektur kota di jawa merupakan pusat kota, dan biasanya pula pusat kota akan ramai tentunya. Dan… sampailah kami di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. Suasananya? Sama. Sepi juga. Sangat jauh berbeda dengan Purwodadi yang masih rame kalo malam, apalagi ketika akhir pekan. Disini hanya tampak beberapa penjual kakilima dan beberapa gerombol orang yang menikmati malam di alun-alun malam itu. Yah daripada nggak ngapa-ngapain nongkrong bentar lah. eh malah Om Budi pesan wedang ronde. Jadilah ngeronde di alun-alun wonogiri. :)

alun-alun wonogiri waktu malamwedang ronde di alun-alun wonogiriNggak banyak yang bisa saya ceritakan untuk jalan-jalan malam di wonogiri. Tapi bisa ditarik kesimpulan kalo wong purwodadi lebih suka jajan kulineran daripada wong wonogiri. Padahal perantau dari wonogiri banyak yang bisnis kulineran di perantauan, dan sukses pula. Agak aneh ya kalo dipikir. atau mungkin karena jago masak jadi nggak perlu lagi jajan diluar. Bagaimana menurut anda?

Alun-alun Purwodadi yang baru

Setelah berbulan-bulan ditutup untuk direnovasi, sekarang alun-alun kota Purwodadi sudah dibuka kembali. Memang lebih apik dari sebelumnya, lha wong proyeknya aja 10M lebih je. Ya harus lebih joss dari sebelumnya dong. Tapi ada yang agak ngganjel nih. Biasa… manusia nggak pernah puas :)

alun-alun purwodadialun-alun purwodadiKalo dibanding Taman Hijau Kota Purwodadi koq kelihatannya biasa-biasa ya. Lagipula kalo biasanya di proyek-proyek pembangunan landmark seperti ini biasanya ada lettersign gede bertuliskan nama tempat landmark tersebut. Namun untuk proyek alun-alun ini tidak, mungkin biar anti mainstream kali ya? Jadinya buat hobiis foto-foto selfie terpaksa gigit jarinya sendiri. Tapi nggak usah khawatir, ada obyek payung-payung putih di sisi timur alun-alun yang bisa jadi spot selfie asyik. Lagipula hobis selfie pasti bisa mencari spot selfie terhits buat dipamerke di akun sosmed mereka. Mungkin ada rencana untuk proyek tahap berikutnya ada kali ya, itupun kalo ada proyek lagi. Padahal lettersign itu sekarang termasuk penting lho. Selain buat spot selfie juga biar orang-orang tidak salah membedakan antara alun-alun dan simpanglima Purwodadi. *halah :)

gimana, menurutmu alun-alun purwodadi sekarang sudah keren blom guys?

Proyek Alun-alun 

Dulu jaman masih SD, alun-alun Purwodadi tidaklah sebesar sekarang. Selain trotoar yang tidak sebesar sekarang, di bagian selatan alun-alun juga masih ada beberapa bangunan. Yang masih saya ingat sih, gedung kantor RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) yang sekarang berubah namanya menjadi radio Purwodadi FM, gedung Wisuda Budaya yang sekarang dipindah ke jalan R. Suprapto, dan juga lapangan tenis. Tetapi semua berubah sejak negara api menyerang alun-alun dipugar sehingga berbentuk lapangan sampai sekarang.

Tetapi kemarin ada yang berbeda dengan alun-alun. Ada pagar seng yang menutupi sekelilingnya dan tidak tampak pedagang yang biasanya menggelar dagangannya.

img_04-08-2016_03-38-38.jpg
salah satu sudut alun-alun Purwodadi
img_04-08-2016_03-41-44.jpg
akses masuk ke alun-alun Purwodadi di depan kantor DPRD

Tampaknya proyek penataan alun-alun Purwodadi sudah dimulai. Entah bagaimana hasil akhirnya nanti. Semoga saja hasilnya nanti lhebdher ya. :)

Patung Gupolo

Patung Gupolo ini terletak di depan pendopo kabupaten Grobogan. Mungkin disesuaikan dengan fungsinya sebagai penjaga pintu gerbang, sehingga patung gupolo ini nongkrong di gapura depan pendopo.patung gupolo

Entah saya yang salah atau bagaimana, tapi sependek ingatan saya tentang patung gupolo ini, dulunya yang yang memegang senjata gada adalah tangan kanannya dengan posisi gada terangkat ke atas (sikap siaga).

Namun pas kemarin saya ambil fotonya koq gadanya ada di tangan kiri dan malah seperti sedang disembunyikan begitu ya? — pasti saya yang salah ingat nih… :D

Oh iya, adakah yang tahu arti tulisan beraksara jawa dibawah patung gupolo itu? (bukan yang tulisan Q-thrynx lho ya…^_^)