Sing penting ora lara

Kemarin waktu ke Semarang gak sengaja lihat tulisan yang bagus juga untuk jadi bahan postingan. Apalagi blog gak penting ini sudah berbulan-bulan gak nambah postingan. 😁

Mangano sitik sing penting ora loro :)

Disitu tertulis “becik ketitik ala ketoro. mangano sitik sing penting ora loro.” Dua kalimat yang sebenarnya gak nyambung tapi ternyata bisa disambung-sambungkan. Lumayan bagus juga idenya. :)

Lupakan aturan penulisan yang baku, karena memang sulit menulis kalimat dalam bahasa Jawa dengan aksara latin, yang penting maksudnya sampai, yang baca paham maksudnya. Itu sudah lebih dari cukup kan?

Yang penting happy :)

Aksara Jawa yang disingkat

Kembali ngomongin soal aksara jawa, setelah kemarin bingung kenapa tulisan R. Suprapto ditulis dengan rasuprapto tanpa penanda singkatan, tadi sore saya nemu tulisan aksara jawa yang memuat tulisan yang disingkat.

SMAN 1 Purwodadi
SMAN 1 PURWODADI

Contoh kasus kali ini juga masih di jalan yang sama, yaitu di SMAN 1 Purwodadi. Pada tulisan dengan aksara jawa terlihat huruf sa ma a na diberi pemisah pada lingsa sebagai ganti tanda titik pada aksara latin (walaupun setahu saya pada lingsa ini digunakan sebagai pengganti tanda koma bukannya tanda titik, yang biasanya digunakan untuk penanda titik adalah pada lungsi, setidaknya begitulah yang saya tahu), kemudian untuk angka 1 diapit oleh tanda pada pangkat. Entah kenapa juga aksara sa dan na menggunakan aksara murda, tidak menggunakan aksara nglegena seperti yang lain, ini juga suatu misteri baru. Yang pasti sempat membikin bingung itu huruf apaan ya? 😁

Untuk penulisan singkatan saya cenderung lebih condong ke tulisan ini daripada penulisan seperti pada postingan sebelumnya. Lebih kelihatan kalo disitu tertulis singkatan. Tidak terbaca sebagai samaana 1 purwodadi. 😁

Jadi….. sebenarnya bagaimanakah aturan baku untuk penulisan aksara jawa untuk singkatan seperti pada kasus ini dan pada postingan sebelumnya? Entahlah… Saya tidak tahu (dan lagi malas buat nyari tahu). 😋

Aksara Jawa di plang nama jalan

Kemarin ketika nyervis motor, tanpa sengaja melihat plang nama jalan yang bertuliskan aksara Jawa. Iseng-iseng saja saya baca, sambil ngasah kemampuan apakah masih bisa baca aksara Jawa atau sudah hilang skill wajib jaman sekolah dulu itu karena sudah lama tidak digunakan lagi.

Plang nama jalan dalam aksara Jawa
Plang nama jalan R Suprapto

Dan ternyata saya masih ingat bagaimana membaca aksara Jawa. Namun ada yang membuat kening saya sedikit berkerut. Aksara Jawa yang tertera di baris bawah itu ternyata tidak sama persis. Hanya tertulis kata rasuprapto. Tidak ada kata jalan atau dalan (dalan artinya jalan), dan langsung ke nama jalannya. Selain itu huruf R yang berupa singkatan dari kata Raden hanya ditulis dengan huruf ra. Tidak ada tanda bahwa itu adalah huruf yang disingkat, seperti pada aksara latin singkatan umumnya ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Tapi ya bagaimana lagi, lha wong aksara Jawa kan selain tidak mengenal huruf kapital, tidak mengenal spasi, jadi ya mungkin begitulah akhirnya… R. Suprapto akhirnya ditulis menjadi rasuprapto. Entah kenapa juga gak sekalian ditulis Raden Suprapto, saya juga tidak tahu. Kalo ada yang nanya ya paling saya jawab persis seperti kalimat pak Jokowi yang fenomenal itu… Ya ndak tahu koq tanya saya. 😁

Masih bisa?

Katanya Suatu budaya bisa dikatakan sebagai suatu budaya yang maju bila memiliki aksara sendiri. Nah.. kebetulan orang jawa juga memiliki bahasa dan aksaranya sendiri, jadi sebenarnya budaya jawa bisa dikatakan sebagai budaya yang telah maju. Namun saat ini saya nggak akan nulis tentang budaya jawa, bahasa jawa, ataupun aksara jawa yang terdiri dari hanacaraka datasawala padhajayanya magabathanga itu… tetapi saya hanya pengen ngerti saja, berapa banyak orang jawa yang membaca blog ini, yang masih bisa membaca tulisan jawa ini dengan baik dan benar.

Hayo.. jujur saja… masih bisa baca tulisan ini?? Semoga semua orang jawa yang membaca blog ini masih bisa membaca tulisan berikut ini…

tulisan apa ini
tulisan apa ini

Hint: foto tulisan pas acara ngantenan sepupu kemarin…