Tempat nongkrong baru di jalan R Suprapto

Kemarin sempat posting tentang bola-bola beton yang dipasang di trotoar jalan R Suprapto, dan sempat pula curiga dengan jarak yang cukup berjauhan, sekarang sudah ketemu jawabannya.

Bangku di trotoar jalan R Suprapto

Yapz… Ternyata jarak bola beton yang berjauhan memang disengaja, dan sudah dirancang untuk berjauhan. Alasannya adalah tempat untuk bangku-bangku tersebut.

Sekarang kalo sore atau malam banyak yang nongkrong di trotoar. Baik cuma ngumpul sambil ngerumpi, nunggu tukang ojek onlen atau malah foto-foto buat apalagi kalo bukan diaplot ke sosmed. Mumpung masih baru, masih happening. Malah kalo siang masih ada pak tukang yang ngrampungi gawe. 😁

Jadi buat cah Purwodadi jaman now, sudah pernah nongkrong disitu belum? 😁

Pusat kuliner Purwodadi

Akhirnya di penghujung bulan November kemarin kota Purwodadi kembali memiliki daerah yang bisa jadi jujugan orang-orang yang hobinya memanjakan lidah dan perutnya, yaitu dengan diresmikannya PUSAT KULINER PURWODADI.

Pusat kuliner Purwodadi

Lokasinya tak jauh dari Pujapura, hanya terpisah jalan di area barat Pujapura yang sudah kadung terkenal itu. Kalo orang asli Purwodadi pasti paham, apalagi jika disebutkan area koplak dokar yang dulunya terkenal kumuh dan sempat dikenal sebagai tempat mangkalnya psk. Jadi pasti gampang menemukan tempat kulineran yang satu ini, gak bakal nyasar deh.

Kelihatannya selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan kuliner Purwodadi. Mungkin karena masih baru, masih gress. Masih ada plastiknya. Walaupun pedagangnya juga orang-orang lama, yaitu pedagang kaki lima yang sebelumnya mangkal di sepanjang jalan R Suprapto, bunderan Simpang Lima dan sekitarnya. Ngikut penataan kota yang sudah dibuat oleh pemerintah kabupaten Grobogan.

Semoga saja tetap ramai dikunjungi penikmat kuliner dan bisa menjadi jujugan orang-orang yang memang hobi kulineran, serta tidak ikut bernasib sama dengan pujapura yang akhirnya berevolusi menjadi pusat counter handphone.

Harta Karun

Kemarin bersih-bersih gudang rumah dan tanpa sengaja nemu barang yang dulu sangat hits pada jamannya. Barang yang bisa bikin orang yang bawa jadi terlihat makin keren. 😊

Sony walkman jadul

Yak… Sony walkman jadul yang legendaris itu. Suatu piranti elektronik yang sempat merevolusi gaya orang dalam mendengarkan musik. Setelah sebelumnya orang merasa keren kalo ngumpul sambil dengerin musik pake boom box atau paling nggak minicompo (yang ukurannya juga nggak mini), lalu bergeser ke pemutar kaset musik yang berukuran beneran mini. Dan asyiknya perangkat yang ini gak bakal dimarahi orang karena berisik, lha wong ndengerinnya saja pake earphone. Jadi kalo pake volume pol gede, ya paling yang kena ya kuping yang pake earphone (dan orang disebelahnya). Pokoke resiko di kuping sendiri lah. 😁

Btw dulu jaman eSDe karena sekolahnya dulu bilingual school yang nggak mengenal bahasa Inggris, hanya bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, ada teman yang dulu selalu menyebut perangkat ini dengan Sony Welkom. Sudah dikasih tahu kalo welkom (dari kata welcome) itu artinya “selamat datang”, masih saja ngeyel. Tapi ya karepmu lah… Sak bahagiamu, kalo menurut anak jaman now.

Selamat pagi, masihkah ada yang kemana-mana bawa walkman buat dengerin lagu dari kaset? Pasti terlihat keren. 😁

Kelereng GABAN

Hujan sudah mulai sering mengguyur kota Purwodadi, memang sudah memasuki musim hujan. Tapi proyek di jalan R Suprapto ini sampai sekarang masih belum terlihat kapan selesainya, walaupun di beberapa bagian sudah terlihat selesai namun masih juga terlihat material proyek di sana-sini. Padahal ada anekdot di dunia teknik sipil terkait mutu konstruksi, begini katanya;

Sepuluh musuh besar konstruksi:

  1. Air
  2. Air
  3. Air
  4. Air
  5. Air
  6. Air
  7. Air
  8. Air
  9. Air
  10. Beban.

Jadi ya agak ngeri-ngeri gimana gitu kalo lihat ada proyek pas ndilalah dikerjakan waktu musim hujan sudah tiba. Bisa gak mutunya sebaik yang direncanakan kalo kena air hujan setiap hari.

Balik lagi ke proyek di jalan R Suprapto, ada sesuatu yang menarik perhatian. Ada yang bulet-bulet ahoy dipajang dipinggir trotoar. Seperti kelereng tapi gede banget, segede gaban kalo saya boleh bilang.

Bola beton di trotoar

Kayaknya nanti di sepanjang jalan R Suprapto ini akan ada banyak bola-bola beton yang menghiasi trotoar. Kalo baca-baca artikel, fungsi bola beton di trotoar itu bukan sekedar hiasan atau tempat duduk-duduk cantik namun untuk pembatas antara jalan raya dan trotoar bukan pula untuk sarana gaban dan ultramen main gundu. Sehingga nantinya pedestarian tidak akan terganggu dengan pengendara motor yang nyerobot naik trotoar walaupun mungkin masih juga harus melipir karena ada pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, semoga saja tidak. πŸ˜€

Tapi koq ada yang menggangu pikiran saya ya… Kenapa si bollard itu dipasang dengan jarak yang lumayan berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Apa nggak khawatir nanti mereka kangen apa gimana gitu? Kalo jaraknya jauh seperti itu ya jangankan motor, mobil juga akan bisa nyelonong ke trotoar dong.

Tapi ah namanya juga proyek belum beres, masih dalam pengerjaan. Mungkin sekarang belum terpasang semuanya. Lihat saja nanti gimana. Bukan begitu? Iyain aja biar cepet. 😁