Patung Pangeran Diponegoro di bunderan Getasrejo

Dulu pernah posting tentang tugu di bunderan getasrejo yang hadeh itu. Dulu ada patung di tengah-tengah bunderan yang berwujud sosok pejuang, namun sayangnya sudah beberapa bagian tubuhnya protol dan untungnya tertutupi oleh pepohonan disekelilingnya. Dan sekarang, di era Bu Sri Sumarni tugu itu direnovasi menjadi lebih megah, lebih tinggi menjulang, dan diganti dengan Patung yang sudah dikenal yaitu patung Pangeran Diponegoro yang sedang naik kuda.

patung diponegoro bunderan getasrejo
bunderan getasrejo yang baru

Nah sekarang balik lagi ke pertanyaan saya dulu, kalo memang ingin memajang sosok pahlawan, kenapa mesti impor jauh-jauh? kenapa bukan sosok pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Grobogan seperti Nyi Ageng Serang? Padahal Nyi Ageng Serang juga gak kalah heroik lhoh kepahlawanannya. Atau malah jangan-jangan pada nggak tahu kalo Nyi Ageng Serang itu berasal dari Kabupaten Grobogan? Seperti si Yudi dulu yang terang-terangan mengira Nyi Ageng Serang itu berasal dari Serang Jabar. Padahal bukan. Sorry ya Yud, buka luka lama. :)

Akan sangat WOW kan kalau saja patung itu berupa Nyi Ageng Serang yang sedang naik kuda dengan bersenjatakan tombak. Ya nggak? ;)
Paling tidak orang jadi bertanya-tanya siapa sosok yang patungnya ada disana dan syukur-syukur mau mencari tahu. Tentunya dengan sosialisasi dari pemerintah juga, biar warganya tahu dan kenal dengan pahlawan nasionalnya. Bukan begitu?

Iklan

Grobogan Bersemi

Dulu jaman orde baru, rasanya tiap kota memiliki semboyan yang jadi ciri khas dari kota tersebut. Seperti Jogja berhati nyaman, Semarang kota atlas, Solo Berseri, dll. Kebetulan kabupaten Grobogan juga memilikinya dengan semboyan Grobogan Bersemi yang merupakan singkatan dari Grobogan BERsih SEhat Mantap Indah.

Grobogan Bersemi

Bersamaan dengan lettersign di alun-alun purwodadi, ternyata ada juga lettersign besar berwarna merah dengan diapit sepasang obor yang dipasang di taman di dekat tugu adipura Nglejok.

Dulu kalo ada gambar dan tulisan Grobogan Bersemi seringkali dipasang dengan background berwarna hijau. mungkin menguatkan kata bersemi itu, plus dengan gambar sisa pohon yang dipotong dan telah keluar tunas baru.

Mungkin lettersign ini mau mengubah imej, citra atau apalah tentang kota Purwodadi (atau kabupaten Grobogan) menjadi kota yang memiliki semangat menyala-nyala atau bagaimana saya juga kurang tahu. Ah yang penting sudah terpasang. Gak usah protes deh. hehehe

Lettermark alun-alun Purwodadi 

Minggu kemarin di alun-alun Purwodadi saya melihat ada beberapa pekerja yang sedang menurunkan sesuatu dari mobil pickup yang membuat saya teringat postingan saya tentang proyek renovasi alun-alun.

pekerja menurunkan lettersign
pekerja menurunkan lettersign

Dulu saya menulis kalo hasil proyek kemarin itu ada yang kurang, yaitu adanya lettersign yang bisa jadi spot selfie, sekaligus menunjukkan tanda untuk landmark kota biar tidak terjadi kebingungan orang yang berasal dari luar kota mana yang alun-alun kota purwodadi, mana yang simpanglima. Dan ternyata sekarang terwujud!

lettersign alun-alun purwodadi
lettersign alun-alun purwodadi

Dan sekarang jadi kepikiran… apa bapak/ibu pejabat baca blog ini ya? hehehe. Ah gak usah GeeR deh. itu pasti karena the power of ndilalah. :)

Tapi btw kalo dipikir-pikir, kata-kata alun-alun Purwodadi itu koq kayaknya terlalu panjang ya? yah maklum ajalah, lha wong kata Purwodadi saja sudah butuh 9 karakter, ya pasti kelihatan panjang. Apalagi kalo ditambah kata didepannya. Pasti jadi makin panjang dong.

Jadi… sudahkah anda foto-foto selfie di depan lettersign di salah satu landmark kota purwodadi yg legendaris ini? Sudahkah di-share di medsos? Hayo mumpung baru berumur seminggu nih. :)

Ada yang baru di Ngrombo

Kemarin ke Ngrombo dan ada dua hal yang berbeda. Pertama bangunan depo kereta api sudah berdiri dengan megah. Tinggal menyambungkan rel ke jalur yang sekarang digunakan. wah kayaknya jadi semakin besar nih stasiun Ngrombo. :)

depo kereta api ngrombo
depo kereta api ngrombo

Selain itu yang lebih penting untuk diperhatikan yaitu jadwal keberangkatan kereta yang baru per tanggal 1 april 2017. Jadi buat yang pengen tau kereta apa saja yang berhenti dan lewat stasiun Ngrombo bisa diklik saja gambar dibawah ini. Jangan buka jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo yang saya post kemarin-kemarin. Sudah diganti ya… :D

jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo mulai 1 april 2017
jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo mulai 1 april 2017

Ada bazaar buku

Seminggu ini di Purwodadi ada bazaar buku, yang lokasinya ada di gedung Wisuda Budhaya. Awalnya sempat ragu juga untuk menengok kesitu. Jujur saja kapok dulu pernah ada acara serupa yang ternyata mengecewakan karena koleksi bukunya yang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ya beginilah hidup di kota kecil, tidak ada toko buku besar seperti kota-kota besar lainnya. Walaupun dulu sempat ada juga yang buku toko buku diskon tapi ternyata umurnya nggak lama juga. Entah kenapa tutup begitu saja.

bazaar buku wisuda budaya purwodadiKembali ke bazaar buku ini, lumayan juga sih. Selain macemnya yang banyak, temanya juga beragam. Selain itu yang paling penting ada BANYAK yang diobral murah. Dari yang  diobral dengan harga lima ribuan, sepuluh ribuan, sampe lima belas ribuan. Asyik kan? :)

Selain jualan buku ada juga stand-stand lainnya. Pertama yang paling menarik perhatian saya yaitu stand panahan. Iya pa-nah-an. Buat yang mau nyoba rasanya memanah biar kayak green arrow atau agent Clint Barton alias hawkeye bisa nyoba manah disitu, cuma bayar sepuluh ribu kayaknya. Saya sih nggak nyoba, bukan karena apa-apa… jarak targetnya terlalu dekat, cuma beberapa meter sih. Selain itu ada semacem bioskop mini (atau home theater gitu) 3D yang entahlah saya cuma dengar suaranya saja, nggak minat untuk ikut nyoba. Lainnya stand jualan juga tapi tidak berupa buku, ada yang jualan madu, tongsis dan aksesori hape, permainan semacam puzle, dan apalah lainnya. Dan karena ada rayuan obral buku sepuluh ribuan jadinya khilaf deh… untung saja nggak bawa duit banyak.  :)khilaf jadi beli buku

Adakah yang ikut khilaf ? Besok hari terakhir lho… :)