Harta Karun

Kemarin bersih-bersih gudang rumah dan tanpa sengaja nemu barang yang dulu sangat hits pada jamannya. Barang yang bisa bikin orang yang bawa jadi terlihat makin keren. 😊

Yak… Sony walkman jadul yang legendaris itu. Suatu piranti elektronik yang sempat merevolusi gaya orang dalam mendengarkan musik. Setelah sebelumnya orang merasa keren kalo ngumpul sambil dengerin musik pake boom box atau paling nggak minicompo (yang ukurannya juga nggak mini), lalu bergeser ke pemutar kaset musik yang berukuran beneran mini. Dan asyiknya perangkat yang ini gak bakal dimarahi orang karena berisik, lha wong ndengerinnya saja pake earphone. Jadi kalo pake volume pol gede, ya paling yang kena ya kuping yang pake earphone (dan orang disebelahnya). Pokoke resiko di kuping sendiri lah. 😁

Btw dulu jaman eSDe karena sekolahnya dulu bilingual school yang nggak mengenal bahasa Inggris, hanya bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, ada teman yang dulu selalu menyebut perangkat ini dengan Sony Welkom. Sudah dikasih tahu kalo welkom (dari kata welcome) itu artinya “selamat datang”, masih saja ngeyel. Tapi ya karepmu lah… Sak bahagiamu, kalo menurut anak jaman now.

Selamat pagi, masihkah ada yang kemana-mana bawa walkman buat dengerin lagu dari kaset? Pasti terlihat keren. 😁

Uang koin 1000 rupiah bergambar kelapa sawit

Kemarin saya ngobrol sama temen, dan ndilalah koq ya nggak sengaja temen saya nanyain apa saya masih punya uang koin 1000 rupiah yang bergambar kelapa sawit. Katanya kalo masih ada, untung besar… sekarang harganya mahal. Bahkan sampai jutaan katanya, padahal sependek pengetahuan saya harganya masih murah, cuma beberapa ribu rupiah saja.

Iseng-iseng gugling ah… Dan ternyata beneran ada yang menawarkan uang koin 1000 rupiah bergambar kelapa sawit itu dengan harga fantastis, jutaan rupiah. Belum lagi kanal berita online yang asal tulis itu, asal pajang berita entah berdasarkan fakta lapangan apa enggak. Weleh weleh weleh.

Tidak puas dengan hasil gugling saya kontak teman yang koleksi duit (numismatik), dan tanya langsung berapa sih harga pasaran dari uang koin tersebut. Dan sesuai dengan informasi yang sudah saya tahu, uang koin seribu rupiah dengan bahan bimetal ini harganya masih murah. Hanya beberapa ribu rupiah. Nggak sampai harga semangkok bakso lah, harga per koinnya. Hoax woiii….

Jadi kepikiran nih, jangan-jangan ini awal-awal dari gelombang spekulan yang main harga nggak karuan semacam kembang gelombang cinta, ikan louhan, dan batu akik seperti trend kemarin itu ya?

Tapi kalau ada yang mau beli uang koin 1000 bimetal bergambar kelapa sawit milik saya dengan harga tinggi ya boleh lah… Saya mau koq jual uang koin saya. Mumpung saya punya lebih dari satu.

Uang koin 1000 rupiah bergambar kelapa sawit

Silahkan kakak, uang koin 1000 rupiah bergambar kelapa sawit nya kakak. Tuker laptop yang ada gambar buah krowak juga boleh kakak. :)

Bocor… Bocor… Bocor…

Entah kesekian kalinya saya mengalami kejadian ban bocor. Dan kemarin untung saja pas ban bocor dekat dengan kios tambal ban, dan cuma bocor 1 lubang saja jadi cukup ditambal saja tidak perlu beli ban baru .

Dari sekian kali nambal ban bocor, baru kali ini saya bertemu dengan kios tambal ban yang menggunakan alat penambal ban dengan model listrik. Bukan model menggunakan pemanas dari spiritus yang dibakar. Mungkin cara kerjanya seperti setrika atau kompor listrik.

Tambal ban

Apakah selesai disini ceritanya? Tentu tidak.

Sambil nunggu tambalan ban-nya mateng, saya jepret saja alat penambal ban elektrik ini. Tapi, tunggu punya tunggu… Koq sudah 15menit ini ban koq gak ndahndeh ya. Apa mungkin ban ini sakti?

Setelah dicek dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ternyata listrik masih nyala normal. Lampu kios masih nyala kalo diceklekkan (apa ya istilah yang baik dan benar untuk diceklekkan). Berarti kabelnya. Dan benar sambungan kabelnya ada yang suloyo.

Setelah dibenerin kabel dan ubo-rampenya, proses tambal ban berjalan dengan mulus. Cuma butuh waktu beberapa menit, malah lebih singkat waktunya jika dibandingkan dengan proses troubleshooting dan bingungnya mas tukang tambal ban pas mengetahui alatnya tidak bekerja dengan baik. 😁

Mungkin ini yang dikatakan peralatan yang lebih modern belum tentu lebih keren dan lebih oke dibandingkan dengan alat manual.

**ini ceritaku tentang nambal ban bocor, bagaimana ceritamu?

Ada apa dengan myIM3 ?

Saya pengguna layanan provider indosat ooredoo dari jaman namanya masih mentari sampai sekarang namanya menjadi IM3. Karena pake henpon android saya juga menginstal aplikasi myIM3, lumayan bisa lihat saldo rekening, sisa kuota data, sampai informasi promo macem-macem.

Untuk versi sebelum ini aplikasi ini berjalan asyik-asyik aja. Biarpun kadang mbaca sisa kuota tidak real time (sisa kuota yang kebaca masih sisa kuota hari kemarin) tapi lancar-lancar saja.

Tetapi semua berubah semenjak negara api menyerang ada update versi terbaru yang katanya bug fixing itu. Wah pasti yang sekarang sudah dibenerin aplikasinya, kan bug fixing. Begitu harapan saya ketika mengupdatenya.
Dan hasilnya sekarang… *jreng jreng*

oops

Okelah tunggu sehari… dua hari… koq tetep gitu aja. berselancarlah saya dan menemukan bahwa kejadian itu bukan hanya saya saja yang mengalaminya Oke.. kontak pihak indosat saja. *Ting*

awalnya minta untuk clear cache aplikasi… *done*. tapi gak ngefek. masih gitu juga.
trus ditawari untuk reset akun myIM3.. oke. *done*
eit ternyata aku salah kita, reset akun yang dimaksud adminnya ternyata akunnya dihapus biar kita bisa sign up lagi. kirain akunnya masih tapi direset dan dikasih password baru, semacem fitur lost password gitu. ternyata bukan. hahaha. lesson learn: kalo ada istilah asing tanya saja, biar gak misskom.
oke setelah direset gimana? beres? gak juga. malah gak bisa sign up. :(

sorry system / network error
sorry system / network error
sorry system / network error

Trus gimana? ya tak gangguin lagi aja cs nya. gimana tanggung jawabnya. malah sign up aja gak bisa. pendek kata, sampai 2 minggu lebih tetap gak bisa. ya akhirnya uninstall aja.
Gak ribet. Masalah hilang. :(
*gak gini juga kali*

««««——————————»»»»

update akhir februari. setelah install versi yg lebih baru, akhirnya bisa jalan lagi. mungkin versi yg kemarin itu ada bug-nya. dan sekarang sudah diperbaiki.

#nahgitudong

««««———————————»»»»

update: awal maret.

oops i did it again…. #halah

myim3 oops

saya gak tahu kenapa lagi ini? tapi koq kemudian malah kepikiran ini semacem fitur ya?

am i wrong?

Jalan-jalan malam di alun-alun Wonogiri

Kemarin saya dolan ke Wonogiri dalam rangka ke tempat sodara. Sekilas jika dibandingkan dengan Purwodadi, Wonogiri tampak seperti kota yang lebih besar dan lebih ramai. Apalagi jika dilihat dari infrastruktur kota yang jalannya lebih lebar dan mulus, dan suasana lalu-lalang kendaraan yang ramai melintas di jalan. Tetapi ternyata semua berubah semenjak negara api menyerang ketika malam tiba. Kota yang ramai itu menjadi sepi ketika malam tiba.

Ketika itu baru sekitar jam sembilan malam, namun suasana koq sudah sepi. Oleh karena rasa penasaran saya dan sepupu saya Rino, iseng saja jalan-jalan di sekitar kampung. Dan seperti yang kami duga, suasana benar-benar sepi. Daripada dikira sedang ngapain di kampung orang, mending balik saja ah. :)

Sesampainya di kediaman Om, ternyata ada juga Om Budi dan Pak Bari yang juga penasaran dengan sepinya suasana wonogiri di malam itu. Jadilah kami berempat jalan-jalan malam lihat kota wonogiri kala malam. Dan menakjubkan, walaupun belum terlalu malam suasana kota seperti berubah 180 derajat. Jalan yang ramai ketika siang bisa menjadi sepi dan seperti suwung ditinggal penghuninya. Bahkan pedagang kakilima juga jarang. Ada beberapa yang jualan namun itupun sepi pembeli juga.

Karena bingung mau kemana, akhirnya dipilihlah alun-alun kota wonogiri. Biasanya kan alun-alun itu d arsitektur kota di jawa merupakan pusat kota, dan biasanya pula pusat kota akan ramai tentunya. Dan… sampailah kami di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. Suasananya? Sama. Sepi juga. Sangat jauh berbeda dengan Purwodadi yang masih rame kalo malam, apalagi ketika akhir pekan. Disini hanya tampak beberapa penjual kakilima dan beberapa gerombol orang yang menikmati malam di alun-alun malam itu. Yah daripada nggak ngapa-ngapain nongkrong bentar lah. eh malah Om Budi pesan wedang ronde. Jadilah ngeronde di alun-alun wonogiri. :)

alun-alun wonogiri waktu malamwedang ronde di alun-alun wonogiriNggak banyak yang bisa saya ceritakan untuk jalan-jalan malam di wonogiri. Tapi bisa ditarik kesimpulan kalo wong purwodadi lebih suka jajan kulineran daripada wong wonogiri. Padahal perantau dari wonogiri banyak yang bisnis kulineran di perantauan, dan sukses pula. Agak aneh ya kalo dipikir. atau mungkin karena jago masak jadi nggak perlu lagi jajan diluar. Bagaimana menurut anda?