Pengumuman di media sosial

Seberapa lamakah kita menggunakan smartphone dan terkoneksi dengan internet melalui jaringan provider? Pasti jawabannya bermacam macam. Tapi saya yakin bukan hanya dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Sudah beberapa tahun atau bahkan sudah ganti berapa hape? Hehehe.

Dan pastinya pernah dong mengalami yang namanya jaringan down. Baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal, pasti pernah merasakan.

Nah, kemarin iseng baca-baca twit dari provider telco, ada beberapa yang isi twitnya menyatakan permintaan maaf bahwa jaringan mereka sedang down. Hal yang menurut saya sangat aneh. Secara logika, bagaimana cara pelanggan mereka tahu isi twit mereka kalau jaringan sedang bermasalah? Apakah provider ini sudah menyadari bahwasanya netizen menggunakan beberapa jasa provider demi eksis di medsos? Entahlah, itu problem mereka. :)

Yang menarik adalah mengapa mesti lewat twit, bukan lewat SMS saja. Kalau jaringan down, alih-alih bisa lihat twit mereka, terkoneksi dengan internet saja embuh. Kalau lewat SMS kan malah lebih bisa diandalkan. Malah pelanggan yang tidak sedang online pun juga bisa mengetahuinya.

Entahlah logika seperti apa yang mereka gunakan. Lha wong saya cuman bloger ala-ala, bukan karyawan provider telco apalagi CEO mereka, jadi ya tahu apalah saya tentang strategi bisnis mereka.

Lampu pecah

Tadi malam entah karena sebab apa, tahu-tahu saja lamu dikamar pecah bagian bola lampunya, padahal lampu LED itu masih dalam keadaan nyala. Buat orang yang punya kecenderungan mistik bisa jadi banyak perkara nih, mana malem jumat pula. :D

Tapi kejadian ini bukan pertama kali koq. Jadi gak kaget lagi. Lampu LED yang di bagian belakang rumah sudah tahu-tahu pecah juga dari jaman dulu. Entah apa pula sebabnya. Dulu saya pikir karena kena hujan. Sesuatu yang panas lalu kena air ya pasti cepat jebol rusak juga. Tapi kali ini lampu di dalam kamar. Mungkin plastik bagian cembung itu terbuat dari bahan dengan bukan kwalitas yang baik.

Sampai sekarang tak biarin saja… Malah lampunya jadi makin terang karena diffusernya sudah gak ada.

Apakah ada yang mengalami ini juga? :)

Kalah GAOEL

Kemarin di sebuah toko dengan judul toko serba ada. Seperti biasa rame orang yang lagi kulakan. Wah salah timing nih. Bisa lama nih nunggunya. :|

Sambil nunggu, saya perhatikan cara mbak-mbak pramuniaga berkomunikasi dengan pelanggan, koq mereka selalu terkesan agak formil. Entah karena memang seperti itu aturannya atau gimana.

Dan karena waktu itu toko sedang rame, si Mamah yang dari tadi duduk di singgasana di belakang meja kasir sampai merasa harus ikut turun tangan. Sembari tersenyum si Mamah bertanya;

Mau nyari apa bro?

Dan semua yang antri langsung ikutan senyum-senyum. Wah mbak-mbak pramuniaga kalah gaoel nih. :D

Tangkapan pagi ini

Sudah beberapa hari terakhir sering kali terdengar suara uwok-uwok-uwok yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Awalnya saya kira suara itu berasal dari suara kodok tapi koq gak ada suara kung-kang-kung yang biasanya, jadi sepertinya bukan. Setelah beberapa lama penasaran dan kebrebeg’en, akhirnya ketemu juga sumber suara tersebut. Sepertinya berasal dari burung Srimbombok yang entah berasal dari mana, dan entah kenapa bisa nyasar kesini.

Seumur-umur baru kali ini saya tahu namanya burung Srimbombok. Mohon maklum saja, dulu bukan termasuk anak yang hobinya berburu burung dengan bersenjatakan plintheng sih. :)

Dan pagi ini, lihat saja… Apa yang berhasil ditangkap si Bundel. Ya, burung Srimbombok yang sudah beberapa hari ini ber-uwokuwok-ria di sekitar rumah.

Sepertinya nanti gak ada lagi suara uwok-uwok-uwok yang terdengar dengan nada dan suasana mistis itu.

Baru tapi langka

Entah perasaan saya saja atau jangan-jangan memang beneran uang 1000 rupiah bergambar Cut Meutia dan bagian belakang ada gambar Tari Tifa, Pemandangan alam Banda Neira dan Bunga Anggrek Larat ini jarang beredar ya?

Uang seribu rupiah bergambar Cut Meutia
Uang seribu rupiah bergambar Cut Meutia

Terus terang selama ini saya baru 2 kali mendapat uang 1000 rupiah kertas bergambar Cut Meutia ini. Biasanya sih uang kertas 1000 rupiah bergambar Pattimura, atau malah uang koin, baik uang koin bernilai 1000an atau (yang paling sering) 2 buah gopekan.

Dua lembar uang seribu rupiah itu saya dapat koq ya ndilalah pas dapat berurusan dengan kereta api. Yang pertama pas bayar parkir dan dikasih susuk seribuan itu, dan yang satunya pas beli teh anget di dalam gerbong KA Menoreh dan ada seribuan bergambar Cut Meutia nyelip disitu.

Mungkin jodoh duit seribuan ini memang dengan PT KAI ya? 😁

**seberapa sering anda dapat uang seribu rupiah bergambar Cut Meutia ini?