Berbuka dengan mie ayam

Gara-gara ada teman yang pasang status dengan gambar mie ayam, saya jadi teringat dengan kejadian jaman dulu. Terus terang sudah lupa tahun berapa, yang jelas awal-awal milenium.

Dulu waktu itu bulan puasa juga, sama seperti saat ini. Kami rame-rame dolan ke rumah teman dengan menggunakan 4 motor. Setelah sore baliklah kami ke kost. Dengan perkiraan akan nyampe kost sebentar sebelum adzan Maghrib tiba.

Tapi semua meleset. Di tengah jalan hujan deras mengguyur. Dan karena tidak semua bawa jas hujan maka dengan semangat solidaritas kita rame-rame nongkrong nunggu hujan reda di emper toko yang sedang tutup.

Tunggu punya tunggu, hujan tidak tampak akan mereda. Dan sialnya lagi jaman segitu belum ada yang punya hape (waktu itu hape masih monokrom-monoponik, mahal pula, jadinya gak setiap orang pegang hape seperti sekarang), mana gak ada yang bawa jam tangan pula. Jadi tidak ada yang tahu jam berapa saat itu, dan masih berapa lama waktu berbuka puasa tiba.

Setelah celingukan ternyata tidak jauh dari tempat kami berteduh itu ada warung mie ayam yang buka. Jadilah kami sepakat untuk menyerbu warung mie ayam itu.

Mie ayam

Setelah pesan dan mie ayam pesanan kami terhidang di depan mata, ada masalah besar yang harus diselesaikan. Tidak ada yang tau kapan adzan Maghrib tiba. Sambil celingak-celinguk akhirnya ada salah satu yang menanyakan kepada bapak pemilik warung, dan sialnya di warung itu tidak ada jam. Tapi si bapak bilang kalo sebentar lagi koq mas. Paling beberapa menit lagi sudah waktunya buka.

Jadilah kami menunggu dengan sabar dan sambil ngobrol dan bercanda, mumpung hanya kami saja pembeli waktu itu, siapa pula orang yang mau keluar di waktu hujan deras di sore hari waktu puasa.

Tiba-tiba bapak pemilik warung mengatakan kalo sudah Maghrib. Dalam hati kami sempat bimbang, dari mana dia tahu padahal belum ada suara adzan, dan tidak ada jam atau penunjuk waktu lainnya. Tapi dengan santainya si bapak menunjuk ke seberang jalan dan bilang itu lho mas, rumah depan sudah pada makan, di rumah itu kan pasti punya jam dan nonton TV. Okelah, masuk akal, nunggu apa lagi mari makan….

Seperti berlomba saja kami menyantap mie ayam yang ada di depan kami. Hujan deras, udara terasa lebih dingin karena badan sedikit basah terkena air hujan, ditambah perut kosong karena memang semua sedang puasa. Jadilah kami makan dengan lahapnya.

Ketika semua sudah hampir menghabiskan satu porsi mie ayam itu, terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Terdengar suara adzan entah dari mana, yang jelas suaranya terdengar jelas. Langsung kami berhenti makan dan saling toleh kanan kiri. Dan seperti dikomando kami semua tertawa terbahak-bahak menyadari hal itu. Tidak itu saja, dengan kompak kami menoleh ke arah bapak pemilik warung yang ternyata sedang senyum-senyum bingung. Melihat itu pun kami semua tertawa terbahak-bahak lagi. Dan entah merasa bersalah atau bagaimana si bapak kemudian melipir ke belakang warung.

Yah mau gimana lagi, lanjut saja acara makan bersama itu. Sudah kepalang tanggung. Hajar saja. 😄

Setelah hujan agak mereda, kami nekat melanjutkan perjalanan pulang ke kost. Dan si bapak tampak serba salah. Tapi kami cuek saja, ya mau gimana lagi. Sudah terlanjur. Dinikmati saja. 😃

Itu sedikit memori dengan teman-teman jaman belum semua orang pegang hape. Entah kenapa ingatan itu muncul kembali. Mungkin ada yang kangen ketemu teman-teman lama. Semoga kapan-kapan bisa ketemu lagi, dan berasik-asik lagi.

Penulis: q.thrynx

sudah numpang ngeblog di wordpress sudah belasan tahun. :)

5 tanggapan untuk “Berbuka dengan mie ayam”

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.