Insiden Krai

Saya mengenal benda mirip mentimun ini tetapi berukuran lebih kecil sebagai krai, atau lengkapnya timun krai. Entah ada masalah apa orang yang menyebut timun suri sebagai timun krai. Setiap melihat buah (eh atau sayuran ya) krai, saya kadang teringat dengan masa-masa jaman SMU dulu (kira-kira saja tahun berapa, kan hanya generasi eksklusif yang mengalami jaman SMU), sewaktu masih aktif di kegiatan Pramuka. Biar gampang saya mengingatnya sebagai insiden krai. :)

Waktu itu sedang ada kegiatan persami (perpisahan sama mami) di daerah Ngembak. Hari itu pas hari minggu siang dan di camp hanya tinggal saya berdua dengan (alm) Iis yang memang dapat tugas jagain camp selagi yang lain sedang asyik kegiatan mencari jejak. Datanglah segerombolan anak-anak kecil (antara kelas4-6 SD) yang pengen ikut ngerasain kemah. Ya sudah biarkan saja asal nggak bikin rusuh, yang penting tetap diawasi saja. Setelah bosan main di sekitar tenda anak-anak ini saya dan Iis ajak ngobrol dan sampe akhirnya ada yang menawari kami krai. Karena hari itu panas, tentu saja kami jawab iya. Siang-siang yang panas, dapet timun krai ya pasti nyess….

Singkat kata ada beberapa anak yang pulang dan kemudian kembali lagi dengan sekantung krai. Jadilah pesta krai di siang yang panas itu dengan anak-anak kecil itu.

Lagi enak-enaknya pesta krai kemudian ada salah satu anak yang terburu-buru lari masuk ke tenda. Melihat itu anak-anak yang lain langsung celingukan dan kemudian ikut-ikutan lari ngumpet ke tenda dan sekitarnya. Kami berduapun jadi curiga. Dan bertanyalah kami kepada anak-anak itu kenapa pada lari ngumpet, dan jawabannya sungguh mengejutkan.

iku mau sing nduwe lewat mas.

Waduh gak beres nih bocah-bocah. Dan kemudian jelaslah sudah bahwa krai yang kita makan tadi hasil colongan bocah-bocah ini. Dasar semprul.

Belum selesai bocah-bocah itu bercerita dari kejauhan ada orang naik motor dan bocah-bocah itu langsung lari membubarkan diri dari area camp hingga tinggal kami berdua lagi. Dan dengan kompaknya kami cekikikan ga jelas siang itu.

Dan kemudian kami sepakat untuk menyimpan sisa krai yang masih setengah kantung kresek itu. Maksudnya sih biar nggak dimakan anak-anak nanti kalo kembali ke camp setelah kegiatan mencari jejak. Namun rencana tinggal rencana. Krai yang masih sisa setengah kantung kresek itu ditemukan Anies dan Gugud yang baru kembali dari kegiatan mencari jejak, dan pesta krai episode keduapun dimulai. Kami berdua yang melihat itu hanya diam dan senyum-senyum saja melihat teman-teman pesta krai.

Hingga hari ini sepertinya saya belum pernah menceritakan insiden krai ini ke teman-teman Pandawa-Srikandi. Sepertinya begitu juga dengan (alm) Iis. Maka kalau kebetulan ada teman-teman Pandawa-Srikandi yang membaca ini, kalian sekarang tahu hikayat insiden krai yang terjadi itu. :)

*tabik

Penulis: q.thrynx

sudah numpang ngeblog di wordpress sudah belasan tahun. :)

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.