Terimakasih Professor

Setelah rame-rame gelar profesor di tv, sekarang rame lagi sang professor dari Perancis yang putus kontrak dengan si Gudang Peluru akhir tahun ini (lebih cepat setahun dari kontrak awalnya).

Gilbert Gress, 1980Ok karena saya seorang penggemar si Gudang peluru walaupun hanya dari layar kaca, saya akan cerita sedikit tentang sang Professor dan Gudang Peluru. Bermula dari ajang piala dunia 98, saya yang kesengsem dengan gaya main timnas belanda, tentunya dengan gaya gocekan Dennis Bergkamp yang magis itu. Dan sesudah itu saya tahu dia bermain di klub yang bisa dikatakan kelas menengah jika dibandingkan dengan Setan Merah dan Si Merah yang mahsyur dengan sejarahnya masing-masing. Dari situlah saya mulai menyukai si Gudang Peluru. :)

Ndilalah koq ya habis itu dapat trofi dobel.ย  Wah makin oke nih kayaknya tim ini. Menggoyang kemapanan tim besar. ai laik dis pokoknya. Belum lagi pola mainnya yang gak sesuai pakem gaya british yang kick and rush, professor membuat gaya main umpan-umpan pendek yang asik dilihat yang kemudian dikenal dengan Wengerball. Selain gaya main intrik perang syaraf dengan Opa manager Setan Merah selalu asyik disimak selain pertarungan antar kedua kapten kesebelasan tentunya. Ah indahnya masa lalu… :)

Kemudian masa-masa tidak menyenangkan datang. Gudang peluru bikin stadion baru hampir bersamaan jaman duit-duit sodagar masuk ke klub-klub bola. Dan hasilnya modal kapital yang besar bisa membuat klub-klub tersebut mendapat prestasi instant. Gak enaknya karena fokusnya sedang membangun kandang stadion baru, duitnya mesti diitung bener-bener biar gak bikin klub bangkrut. Dan kenyataannya walaupun prestasinya juga gak jelek-jelek amat. Bisa masuk liga cempiyen terus-terusan, biarpun gak pernah juara juga. :)

Setelah kandang stadion baru selesai eh… juara juga gak kesampaian juga. Tapi yowis piye… Wis kadung tresno je. Gak bakal pindah ke lain hati. Mirip fans yang di Inggris sana, IN WENGER WE TRUST. Sampai kemarin ada pengumuman sang Professor bakalan mengakhiri kontraknya akhir musim ini. Jadinya #2018gantimanager. :(

Apapun terimakasih Professor atas semua kiprahmu. Semoga nanti penggantimu akan mampu berbuat sesuatu yang lebih darimu, seperti dirimu yang berbuat lebih dari mbah George Graham. Dan juga semoga tidak akan ada meme yang memuat kata-kata “piye kabare? penak jamanku to?” disamping fotomu yang sedang senyum-senyum.

merci Arsene

note: itu fotonya professor jaman jadi manager di RC Strasbourg, dijepret oleh Gilbert Gress dibagi di wikipedia. pangling khan? :)

Iklan

Penulis: q.thrynx

aku bukan siapa-siapa :)

9 tanggapan untuk “Terimakasih Professor”

    1. dulu pernah dan tidak bisa ninggalin komen. jadinya gak kelihatan kalo saya mampir.

      sekarang malah alamat nya jadi 403 forbidden.
      ada baiknya di cek dulu diluar admin.

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s