Cerita tentang nomer

Kalo sekarang beli nomer hape dari provider seluler apapun, pasti hanya dapat SIMcard yang dibungkus kertas alakadarnya dan sedikit plastik bening diluar sebagai segel. Itupun harganya murah sekali, kadang malah lebih murah dari tarif yang ada. Walhasil banyak (sekali lagi BANYAK) orang yang lebih memilih membeli kartu perdana daripada membeli pulsa. Pengiritan dengan memanfaatkan sistem marketing seluler yang membingungkan. Pelanggan lama disuruh bayar lebih mahal daripada pelanggan baru. Ya mending jadi pelanggan baru terus dong. Murah tapi menjengkelkan buat orang lain karena hoby koq ganti nomer. :)

Tapi dulu, waktu pertama kali beli nomer perdana, ceritanya jauh berbeda dengan yang sekarang. Dulu nomer perdana sangat mahal. Saya masih ingat betul nomer perdana dengan harga Rp 75 ribu itu terhitung murah. Padahal pulsanya hanya terisi Rp 25 ribu. Itupun masih murah jika dibandingkan dengan nomer teman-temanku yang harganya diatas Rp 200 ribu, atau bahkan jutaan rupiah kalo mau punya nomer cantik. Jadi perjuangan beli nomer perdanaku dulu itu tentang harga, bukan nomer cantik seperti trend kala itu.

Sekarang coba bandingkan paket starter pack nomer perdanaku (yg ketemu pas bersih-bersih kemarin) dengan starter pack jaman sekarang yang terkesan emyeh-emyeh itu.

starter pack mentari jadul

Lebih niat kan?

Btw berapa sih harga nomer perdanamu dulu? Lebih murah atau lebih mahal dari punya saya?

Iklan

Penulis: q.thrynx

aku bukan siapa-siapa :)

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s