Kirab Budaya

Kemarin tanggal 4 Maret tepat hari jadi Kabupaten Grobogan yang ke 289. Dan seperti tahun kemarin ada juga acara rame-ramenya, yaitu acara Boyong Grobog di Grobogan dan Kirab Budaya di Purwodadi. Untuk acara Boyong Grobog sendiri sampe sekarang saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Jadi postingan ini khusus membahas Kirab Budaya kemarin saja yaaa … :)

Kesan pertama tentang kirab ini ternyata seperti tahun kemarin, kurang promosi. Terlihat kurang antusiasnya warga untuk uyel-uyelan di pinggir trotoar buat sekedar menyaksikan mas-mas dan mbak-mbak yang lagi kirab (jika dibanding dengan pawai karnaval agustusan). Belum lagi ketidak-jelasan jalur dan waktu kirab akan berlangsung, sempat juga membuat galau mau nongkrong dimana. :(

Ah sudahlah, langsung ke prosesi kirab saja.

Tidak seperti karnaval agustusan kirab ini tanpa adanya drum-band, cukup mobil patroli polisi yang berjalan pelan dan membunyikan klakson. Jadi cukup membuat penonton mikir, “ini acara kirab jadi nggak ya? ooh… sudah mulai toh”.

Rombongan pertama mulai lewat… punokawanDibuka dengan 4 orang dengan kostum punokawan, lalu diikuti barisan siswa-siswi SMA membawa foto-foto hitam putih dalam pigura. Seorang teman nyeletuk “Iki maksude opo ya? Koq mung foto-foto” :) Sialnya lupa diphoto karena sedang mikir apa kamsud dari rombongan ini. Maklum saja tidak ada yang manarasikan rombongan apa itu. Rombongan berjalan dalam hening dan khitmat. *halah* Tapi tunggu dulu, sepertinya saya mengenali beberapa foto di barisan belakang. Foto-foto yang mulai berwarna. Itu adalah bupati Grobogan dahulu. Oooh lagi dhong saiki :D

Di belakangnya ada rombongan bapak-bapak nggendong pusaka.pusaka_keramat_purwodadi

Terus yang mulai seru nih…

karnaval1karnaval2 karnaval3karnaval4Rombongan mas-mas dan khususnya mbak-mbak pakai kostum meriah. Eh ada adik-adik kecil juga ding. Mirip Karnaval di Jember.karnaval5karnaval6karnaval7Sialnya… Baru juga mulai… Sang Hujan mampir. :))

Penonton yang awalnya khusuk di pinggir jalan langsung bubar. Dan tidak cuma penonton yang kabur mencari tempat berteduh, para peserta Kirab juga. Menyelamatkan diri, kostum, dan make-up dari hujan. Sepertinya ada peluang nih buat pawang hujan untuk bikin proposal kerja untuk Kirab tahun depan :)

Selain itu ada juga rombongan yang menampilkan seni budaya yang hidup di kabupaten Grobogan seperti Seni Angguk, Barongan, Barongsai, dll. yang memang tidak kejepret karena males dan takut hapenya basah. :Dseni_anggukbarongan_purwodadiBagaimanapun walau ada sedikit chaos gara-gara hujan, kirab kali ini menurut saya lebih oke loh dibanding dengan pawai karnaval agustusan.

Yang masih menjadi tanda tanya itu ketika rombongan teman saya, om alex_piss dan teman-teman yang ngebut pake sepeda kumbang sambil membunyikan bel (yang seperti bel delman itu). Entah apa pula itu maksudnya. *semoga dia nggak baca postingan ini* :D

Iklan

Penulis: q.thrynx

aku bukan siapa-siapa :)

1 thought on “Kirab Budaya”

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s