Ruwahan

Ruwahan berasal dari kata Ruwah yang merupakan bulan ke-tujuh dalam penanggalan jawa, yang selalu berbarengan dengan bulan Sya’ban tahun Hijriyyah. Kata Ruwah sendiri ( konon katanya) memiliki akar kata arwah atau roh para leluhur dan nenek moyang. Maka tidaklah mengherankan kalau pada bulan Ruwah banyak orang yang merantau menyempatkan pulang untuk Nyadran ke makam orang tua dan leluhurnya.

Dulu waktu kecil waktu masih di (m)Brambangan ada tradisi ater-ater apem pas ruwahan. Walaupun judulnya ater-ater apem namun makanan sajen yang dihantar ke tetangga itu tidak cuma berupa kue apem saja, namun beserta pisang raja, nagasari dan ketan… (yang ini versi ibu’ untuk ruwahan tahun ini)

ater-ater apem ruwahan
Btw kalau berdasar literatur yang saya baca si nagasari ini harusnya kolak… namun tak apalah, masih sama-sama makanan tradisional dari jawa juga kan? Soalnya ada juga kemarin yang ruwahan pake roti (bukan roti yang ada  rasa bahagianya lhoo…) tetep aja nikmat tuh… Hari gini.. dapet makanan gratis mau bilang gak enak?? :D

*Inilah ruwahan ceritaku… Bagaimana ceritamu? :D

Iklan

Penulis: q.thrynx

aku bukan siapa-siapa :)

4 thoughts on “Ruwahan”

jangan ada SPAM diantara kita ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s