Thuk Reng

Pagi-pagi sekitar jam 7 kadang ada mas-mas berbaju rapi dan berdasi yang lewat sebari naik motor dan dari pelantang suara (jadi inget penjual gethuk lindri yang ider pakai gerobak dorong) yang dipasang di bawah kotak yang berada di jok belakang terdengar jelas bahkan dari gang sebelah suara teriakan

thuk reng… thuk reng… gethuk goreng…

Karena tidak setiap hari lewat, jadinya lebih sering bikin penasaran seperti apa sih rasanya. Kadang kalo ngga pengen si Mas lewat begitu saja, tapi begitu pengen beli si Mas itu malah nggak lewat. Kebetulan pagi ini pas pengen dan si Mas berdasi ini jadinya bisa deh ngincipi gethuk goreng ini.

gethuk goreng

Ternyata selain model yang jualan yang rapi dan berdasi, varian gethuk goreng ini juga sudah mengikuti kemajuan jaman. Selain diberi isian gula jawa seperti gethuk pada umumnya, juga ada varian yang kekinian yang diberi isian cokelat. Karena baru nyoba pilih yang aman saja, varian original saja yang isian gula jawa. Dan ternyata enak juga, apalagi mengingat makanan ideran seharga empat ribuan sebungkus.

ada cerita apa dengan jajanan ideran di sekitarmu?

Artefak 2020

Kelak suatu saat ketika lihat-lihat foto tahun 2020, ada semacam penanda jaman dimana orang-orang yang difoto menggunakan masker. Hal yang sangat kecil kemungkinannya ada sebelum tahun 2020.

Ciri lainnya adalah banyak tempat yang menyediakan sarana cuci tangan, baik di rumah, toko atau gedung perkantoran. Biasanya sih berupa ember yang diberikan kran kemudian ditaruh di tempat yang strategis, tapi ada juga yang membuat tempat cuci tangan dengan niat banget.

Tempat cuci tangan
Tempat cuci tangan di trotoar

Tong berwarna merah merona yang diberi sink dan keran. di bagian kanan-kiri dipasang pegangan buat mindah ketika toko hendak buka atau tutup. Urusan air tinggal nyalur dari ledeng yang diambil dari dalam toko lewat selang air. Mbuang air kotor juga gampang, tinggal dialirkan ke saluran kota. Kreatif juga yang bikin. Ukuran dan warna yang nyolok mata bikin orang gak bisa ngasih alesan “gak lihat ada tempat cuci tangan“.

Kebetulan nemu foto lama yang ngendon di dalam hape. Lumayan buat bahan postingan. :D

Warung Covid19

Di masa pandemi global sekarang ini katanya salah satu cluster penyebaran covid19 adalah restoran, kafe, dan tempat makan/minum semacamnya. Sudah ada beberapa cluster rumah makan dan semacamnya yang mulai ramai dibicarakan. Semoga saja gak makin banyak lagi cluster penyebaran covid19 yang bermunculan.

Minggu pagi ini saya gowes sendirian muter-muter kota, dan gak sengaja nemu sesuatu yang bikin tangan gatel untuk jepret. Warung yang satu ini berani beda, karena diberi nama Warung Covid19.

Warung Covid19
Warung Covid19

Pagi ini warung terlihat belum buka, mungkin buka nanti sore atau malam. Jadi gak ngerti juga jualan apa saja. Semoga saja bukan tempat jualan Covid19. Entah kenapa pula warung ini diberi nama Covid19. Mungkin menyesuaikan dengan yang lagi ngetrend, biar kekinian. Mungkin juga biar ada yang motret trus diaplot di internet jadi biar viral trus warungnya rame. Agaknya semacam warung laperpool dan warung bakso dimana Ultraman pernah makan disitu. Suatu trik bisnis yang sangat baik. Bisa ditiru nih.. 😁