Ada yang baru di Ngrombo

Kemarin ke Ngrombo dan ada dua hal yang berbeda. Pertama bangunan depo kereta api sudah berdiri dengan megah. Tinggal menyambungkan rel ke jalur yang sekarang digunakan. wah kayaknya jadi semakin besar nih stasiun Ngrombo. :)

depo kereta api ngrombo
depo kereta api ngrombo

Selain itu yang lebih penting untuk diperhatikan yaitu jadwal keberangkatan kereta yang baru per tanggal 1 april 2017. Jadi buat yang pengen tau kereta apa saja yang berhenti dan lewat stasiun Ngrombo bisa diklik saja gambar dibawah ini. Jangan buka jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo yang saya post kemarin-kemarin. Sudah diganti ya… :D

jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo mulai 1 april 2017
jadwal keberangkatan kereta stasiun ngrombo mulai 1 april 2017
Iklan

Jalan-jalan malam di alun-alun Wonogiri

Kemarin saya dolan ke Wonogiri dalam rangka ke tempat sodara. Sekilas jika dibandingkan dengan Purwodadi, Wonogiri tampak seperti kota yang lebih besar dan lebih ramai. Apalagi jika dilihat dari infrastruktur kota yang jalannya lebih lebar dan mulus, dan suasana lalu-lalang kendaraan yang ramai melintas di jalan. Tetapi ternyata semua berubah semenjak negara api menyerang ketika malam tiba. Kota yang ramai itu menjadi sepi ketika malam tiba.

Ketika itu baru sekitar jam sembilan malam, namun suasana koq sudah sepi. Oleh karena rasa penasaran saya dan sepupu saya Rino, iseng saja jalan-jalan di sekitar kampung. Dan seperti yang kami duga, suasana benar-benar sepi. Daripada dikira sedang ngapain di kampung orang, mending balik saja ah. :)

Sesampainya di kediaman Om, ternyata ada juga Om Budi dan Pak Bari yang juga penasaran dengan sepinya suasana wonogiri di malam itu. Jadilah kami berempat jalan-jalan malam lihat kota wonogiri kala malam. Dan menakjubkan, walaupun belum terlalu malam suasana kota seperti berubah 180 derajat. Jalan yang ramai ketika siang bisa menjadi sepi dan seperti suwung ditinggal penghuninya. Bahkan pedagang kakilima juga jarang. Ada beberapa yang jualan namun itupun sepi pembeli juga.

Karena bingung mau kemana, akhirnya dipilihlah alun-alun kota wonogiri. Biasanya kan alun-alun itu d arsitektur kota di jawa merupakan pusat kota, dan biasanya pula pusat kota akan ramai tentunya. Dan… sampailah kami di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. Suasananya? Sama. Sepi juga. Sangat jauh berbeda dengan Purwodadi yang masih rame kalo malam, apalagi ketika akhir pekan. Disini hanya tampak beberapa penjual kakilima dan beberapa gerombol orang yang menikmati malam di alun-alun malam itu. Yah daripada nggak ngapa-ngapain nongkrong bentar lah. eh malah Om Budi pesan wedang ronde. Jadilah ngeronde di alun-alun wonogiri. :)

alun-alun wonogiri waktu malamwedang ronde di alun-alun wonogiriNggak banyak yang bisa saya ceritakan untuk jalan-jalan malam di wonogiri. Tapi bisa ditarik kesimpulan kalo wong purwodadi lebih suka jajan kulineran daripada wong wonogiri. Padahal perantau dari wonogiri banyak yang bisnis kulineran di perantauan, dan sukses pula. Agak aneh ya kalo dipikir. atau mungkin karena jago masak jadi nggak perlu lagi jajan diluar. Bagaimana menurut anda?

Ada bazaar buku

Seminggu ini di Purwodadi ada bazaar buku, yang lokasinya ada di gedung Wisuda Budhaya. Awalnya sempat ragu juga untuk menengok kesitu. Jujur saja kapok dulu pernah ada acara serupa yang ternyata mengecewakan karena koleksi bukunya yang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ya beginilah hidup di kota kecil, tidak ada toko buku besar seperti kota-kota besar lainnya. Walaupun dulu sempat ada juga yang buku toko buku diskon tapi ternyata umurnya nggak lama juga. Entah kenapa tutup begitu saja.

bazaar buku wisuda budaya purwodadiKembali ke bazaar buku ini, lumayan juga sih. Selain macemnya yang banyak, temanya juga beragam. Selain itu yang paling penting ada BANYAK yang diobral murah. Dari yang  diobral dengan harga lima ribuan, sepuluh ribuan, sampe lima belas ribuan. Asyik kan? :)

Selain jualan buku ada juga stand-stand lainnya. Pertama yang paling menarik perhatian saya yaitu stand panahan. Iya pa-nah-an. Buat yang mau nyoba rasanya memanah biar kayak green arrow atau agent Clint Barton alias hawkeye bisa nyoba manah disitu, cuma bayar sepuluh ribu kayaknya. Saya sih nggak nyoba, bukan karena apa-apa… jarak targetnya terlalu dekat, cuma beberapa meter sih. Selain itu ada semacem bioskop mini (atau home theater gitu) 3D yang entahlah saya cuma dengar suaranya saja, nggak minat untuk ikut nyoba. Lainnya stand jualan juga tapi tidak berupa buku, ada yang jualan madu, tongsis dan aksesori hape, permainan semacam puzle, dan apalah lainnya. Dan karena ada rayuan obral buku sepuluh ribuan jadinya khilaf deh… untung saja nggak bawa duit banyak.  :)khilaf jadi beli buku

Adakah yang ikut khilaf ? Besok hari terakhir lho… :)

Kucing kembang telon

Di masyarakat jawa, kucing dengan motif bulu bercorak tiga warna (calico) sering disebut dengan istilah kucing kembang telon. Dan karena kucing kembang telon berjenis kelamin jantan sangat jarang ditemui, kucing kembang telon berkelamin jantan dianggap sebagai kucing yang mempunyai kekuatan magis tertentu, seperti pembawa hoki atau semacamnya. Oleh karena itu jangan kaget kalau ada yang mengkeramatkan kucing ini.

kucing kembang telonSayangnya kucing yang ada di rumah ini berjenis kelamin betina. Jadinya si telon nggak ada yang minat walaupun banyak suka. Padahal kalo jantan bisa dijual dengan harga mahal. Lagipula si kucing ini sudah tiada. Jadi jangan berharap untuk meminta si pus ini ya.. :)