Pada suatu pagi di akhir bulan April kemarin, saya agak kaget mendengar suasana rame di depan pagar kantor. Karena penasaran saya intip dari jendela ruangan dan ternyata ada beberapa orang berkerumun dan melihat keatas atap. Dan diantara yang berkerumun itu ada beberapa orang anggota damkar (yang kebetulan kantornya berada di seberang jalan), maka saya buru-buru keluar untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi. Mengingat dulu pas meteran listrik kantor njebluk bapak-bapak anggota damkar ini pula yang ngonangi lebih dulu, karena lokasi meteran listrik kantor yang berada di luar ruangan dan menghadap ke arah markas damkar.
Dan setelah berada di luar bersama mereka yang berkerumun itu barulah ketahuan penyebab mereka ngumpul bareng di pagi itu.

Ternyata pagi itu kantor sedang kedatangan tamu tak diundang, tak diduga dan tak dinyana. Ada seekor monyet ekor panjang yang entah darimana datangnya bisa nangkring di atas atap kantor. Mengingat lokasi yang berada di tengah kota, entah bagaimana ceritanya ada seekor monyet ekor panjang yang bisa nongol dan mampir ke kantor.

Alhasil pagi itu ada beberapa orang yang berupaya untuk menangkap, akan tetapi si monyet ini tampaknya lebih pintar dari kelihatannya. Beberapa kali dirayu dengan diberi pisang, tetap saja dia gak mau turun apalagi kalo tau ada yang akan mendekati. Tetapi lucunya si monyet malah sempat ngembat nasi kuning sisa petugas jaga malam. Mungkin karena tau makanan sudah diletakkan di tempat yang agak jauh dari jangkauan orang-orang. Alhasil si monyet malah jalan-jalan di sekeliling kantor dan di kampung di sekitar kantor.
Dan tampaknya si monyet ini betah hidup di sini. Buktinya tadi pagi masih saja si monyet ini tampak berkeliaran di sekitar kantor. Walaupun tidak mengganggu secara langsung, tetapi namanya juga hewan liar (walaupun nampaknya pernah dipelihara), agak beresiko kalau hewan liar hidup berdampingan dengan manusia di tengah kota seperti ini. Ditakutkan terjadi hal-hal diluar dugaan.


