Patung Pangeran Diponegoro di bunderan Getasrejo

Dulu pernah posting tentang tugu di bunderan getasrejo yang hadeh itu. Dulu ada patung di tengah-tengah bunderan yang berwujud sosok pejuang, namun sayangnya sudah beberapa bagian tubuhnya protol dan untungnya tertutupi oleh pepohonan disekelilingnya. Dan sekarang, di era Bu Sri Sumarni tugu itu direnovasi menjadi lebih megah, lebih tinggi menjulang, dan diganti dengan Patung yang sudah dikenal yaitu patung Pangeran Diponegoro yang sedang naik kuda.

patung diponegoro bunderan getasrejo
bunderan getasrejo yang baru

Nah sekarang balik lagi ke pertanyaan saya dulu, kalo memang ingin memajang sosok pahlawan, kenapa mesti impor jauh-jauh? kenapa bukan sosok pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Grobogan seperti Nyi Ageng Serang? Padahal Nyi Ageng Serang juga gak kalah heroik lhoh kepahlawanannya. Atau malah jangan-jangan pada nggak tahu kalo Nyi Ageng Serang itu berasal dari Kabupaten Grobogan? Seperti si Yudi dulu yang terang-terangan mengira Nyi Ageng Serang itu berasal dari Serang Jabar. Padahal bukan. Sorry ya Yud, buka luka lama. :)

Akan sangat WOW kan kalau saja patung itu berupa Nyi Ageng Serang yang sedang naik kuda dengan bersenjatakan tombak. Ya nggak? ;)
Paling tidak orang jadi bertanya-tanya siapa sosok yang patungnya ada disana dan syukur-syukur mau mencari tahu. Tentunya dengan sosialisasi dari pemerintah juga, biar warganya tahu dan kenal dengan pahlawan nasionalnya. Bukan begitu?

Iklan

Ada apa dengan myIM3 ?

Saya pengguna layanan provider indosat ooredoo dari jaman namanya masih mentari sampai sekarang namanya menjadi IM3. Karena pake henpon android saya juga menginstal aplikasi myIM3, lumayan bisa lihat saldo rekening, sisa kuota data, sampai informasi promo macem-macem.

Untuk versi sebelum ini aplikasi ini berjalan asyik-asyik aja. Biarpun kadang mbaca sisa kuota tidak real time (sisa kuota yang kebaca masih sisa kuota hari kemarin) tapi lancar-lancar saja.

Tetapi semua berubah semenjak negara api menyerang ada update versi terbaru yang katanya bug fixing itu. Wah pasti yang sekarang sudah dibenerin aplikasinya, kan bug fixing. Begitu harapan saya ketika mengupdatenya.
Dan hasilnya sekarang… *jreng jreng*

oops

Okelah tunggu sehari… dua hari… koq tetep gitu aja. berselancarlah saya dan menemukan bahwa kejadian itu bukan hanya saya saja yang mengalaminya Oke.. kontak pihak indosat saja. *Ting*

awalnya minta untuk clear cache aplikasi… *done*. tapi gak ngefek. masih gitu juga.
trus ditawari untuk reset akun myIM3.. oke. *done*
eit ternyata aku salah kita, reset akun yang dimaksud adminnya ternyata akunnya dihapus biar kita bisa sign up lagi. kirain akunnya masih tapi direset dan dikasih password baru, semacem fitur lost password gitu. ternyata bukan. hahaha. lesson learn: kalo ada istilah asing tanya saja, biar gak misskom.
oke setelah direset gimana? beres? gak juga. malah gak bisa sign up. :(

sorry system / network error
sorry system / network error
sorry system / network error

Trus gimana? ya tak gangguin lagi aja cs nya. gimana tanggung jawabnya. malah sign up aja gak bisa. pendek kata, sampai 2 minggu lebih tetap gak bisa. ya akhirnya uninstall aja.
Gak ribet. Masalah hilang. :(
*gak gini juga kali*

««««——————————»»»»

update akhir februari. setelah install versi yg lebih baru, akhirnya bisa jalan lagi. mungkin versi yg kemarin itu ada bug-nya. dan sekarang sudah diperbaiki.

#nahgitudong

Motor lanang mbak-mbak imut

Jaman sekarang kayaknya sudah sering saya temui mbak-mbak naik “motor lanang”, maksud saya motor dengan tangki bensin di depan. Bukan bermaksud diskriminasi atau apa, tetapi motor dengan tangki bensin di depan (bukan dibawah jok) itu sangat bikin ribet buat mbak-mbak yang mau naik motor dengan memakai rok (apalagi rok pendek). Jadi ingat dulu sering kalo berangkat jumatan, ada teman yang selalu nyari nunutan (padahal punya motor sendiri, Honda Tiger pula) hanya karena ribet ngurusin sarung. :)

motor cb100 klangenan
motor cb100 klangenan, contoh motor lanang :)

Balik lagi ke soal motor yang dipake mbak-mbak itu, mulai dari jenis motor lanang biasa, motor trail, sampe motor gede. Tampaknya memang tidak ada masalah wong produsen motor juga tidak pernah mempermasalahkan jenis kelamin pengguna produk motornya. Tapi tunggu dulu, dari pengamatan di jalan saja saya sudah beberapa kali melihat mbak-mbak yang naik motor lanang itu terjatuh ketika berhenti. Yah.. justru malah ketika berhenti dan kaki (harusnya) menapak menahan motor, malah mbak-mbak itu jatuh dan ditimpa motor. :(

Semua itu terjadi (sepertinya) karena postur mbak-mbak pengendara motor yang imut-imut menggemaskan kalah jauh dengan postur motor yang tinggi besar plus berat pula. Kalo saja mereka naik motor bebek atau matik, ketika berhenti dan kaki mulai menapak, menahan potor, bila dirasa posturnya terlalu imut kan bisa sedikit merosot sedikit ke depan. Problemnya kalo motor lanang kan di bagian depan terdapat tangki bensin, jadi bukannya merosot malah munggah maneh. Hasilnya kalo kakinya kethathilan dan gak kuat menahan motor ya GEDABRUK gitu.

Saya nggak tahu mbak-mbak imut ini nak motor lanang itu tadi karena memang suka, lagi trend, faktor gengsi atau karena terpaksa motor yang ada dirumah ya cuma itu. Tapi mbok yao kalo posturnya imut dan kelelep dengan motornya, tolong diusahakan ganti dengan motor yang lain deh. Daripada gedabruk pas berhenti di persimpangan atau diparkiran. Ya biarpun orang Indonesia itu terkenal senang membantu tetapi mbok ya sedikit kasian sama mereka, membantu orang yang jatuh dengan motornya sambil menahan senyum dan ketawa itu berat lho. Tenan. Gak ngapusi aku. :)

Grobogan Bersemi

Dulu jaman orde baru, rasanya tiap kota memiliki semboyan yang jadi ciri khas dari kota tersebut. Seperti Jogja berhati nyaman, Semarang kota atlas, Solo Berseri, dll. Kebetulan kabupaten Grobogan juga memilikinya dengan semboyan Grobogan Bersemi yang merupakan singkatan dari Grobogan BERsih SEhat Mantap Indah.

Grobogan Bersemi

Bersamaan dengan lettersign di alun-alun purwodadi, ternyata ada juga lettersign besar berwarna merah dengan diapit sepasang obor yang dipasang di taman di dekat tugu adipura Nglejok.

Dulu kalo ada gambar dan tulisan Grobogan Bersemi seringkali dipasang dengan background berwarna hijau. mungkin menguatkan kata bersemi itu, plus dengan gambar sisa pohon yang dipotong dan telah keluar tunas baru.

Mungkin lettersign ini mau mengubah imej, citra atau apalah tentang kota Purwodadi (atau kabupaten Grobogan) menjadi kota yang memiliki semangat menyala-nyala atau bagaimana saya juga kurang tahu. Ah yang penting sudah terpasang. Gak usah protes deh. hehehe

Lettermark alun-alun Purwodadi 

Minggu kemarin di alun-alun Purwodadi saya melihat ada beberapa pekerja yang sedang menurunkan sesuatu dari mobil pickup yang membuat saya teringat postingan saya tentang proyek renovasi alun-alun.

pekerja menurunkan lettersign
pekerja menurunkan lettersign

Dulu saya menulis kalo hasil proyek kemarin itu ada yang kurang, yaitu adanya lettersign yang bisa jadi spot selfie, sekaligus menunjukkan tanda untuk landmark kota biar tidak terjadi kebingungan orang yang berasal dari luar kota mana yang alun-alun kota purwodadi, mana yang simpanglima. Dan ternyata sekarang terwujud!

lettersign alun-alun purwodadi
lettersign alun-alun purwodadi

Dan sekarang jadi kepikiran… apa bapak/ibu pejabat baca blog ini ya? hehehe. Ah gak usah GeeR deh. itu pasti karena the power of ndilalah. :)

Tapi btw kalo dipikir-pikir, kata-kata alun-alun Purwodadi itu koq kayaknya terlalu panjang ya? yah maklum ajalah, lha wong kata Purwodadi saja sudah butuh 9 karakter, ya pasti kelihatan panjang. Apalagi kalo ditambah kata didepannya. Pasti jadi makin panjang dong.

Jadi… sudahkah anda foto-foto selfie di depan lettersign di salah satu landmark kota purwodadi yg legendaris ini? Sudahkah di-share di medsos? Hayo mumpung baru berumur seminggu nih. :)