Transformasi

Kemarin pagi iseng-iseng saya mengamati pot anggrek yang sudah lama tak berbunga, mungkin gara-gara terlalu banyak kena panas jadinya batangnya jadi kurus kering, dan setelah beberapa hari dipindah di tempat yang agak teduh, ada perubahan yang lumayan signifikan, batangnya mulai tampak berisi tidak tampak kurus kering seperti kemarin dan malah muncul tunas baru. Yang diharapkan bunga yang muncul malah tunas baru. Tak apalah mungkin setelah lahirnya tunas baru ini akan keluar lagi bunga anggrek ini. Semoga saja begitu, amien.

Setelah saya amati dengan tjara saksama dan dalam tempoh sesingkat-singkatnja ternyata ada sesuatu yang menarik. Ada satu buah (bener gak yah pake satuan buah, monggo dikoreksi kalo saya salah) kepompong yang nempel di salah satu batang anggrek ini. Bukan itu saja, ternyata dari ujung atas kepompong terlihat si kupu sedang berjuang keluar. WOW. Suatu momen yang menakjubkan. Sampe lupa ambil kamera buat memotret atau membuat videonya. Jadi setelah ingat dan baru ambil hape andalan yang sebenarnya bukan buat foto-foto, inilah gambar si kupu-kupu yang baru menetas keluar dari kepompongnya.

kuu-kupu baru keluar dari kepompong
kupu-kupu baru keluar dari kepompong

Ternyata setelah keluarpun si kupu-kupu yang cantik ini tidak langsung bisa terbang. Butuh waktu beberapa saat dulu untuk bisa membuka sayapnya. Mungkin masih basah atau mungkin juga ototnya masih kaku setelah sekian lama mendekam di dalam kepompong, seperti orang yang baru bangun tidur tapi posisi tidurnya gak nyaman, jadi butuh ngolet peregangan dulu. :)

Setelah beberapa lama si kupu-kupu akhirnya bisa mengembangkan sayapnya dengan sempurna dan terbang untuk pertama kalinya. Langsung menjauh dari kamera, mungkin malu karena terbang tanpa pakai celana. :))

kupu-kupu pamer sayap
kupu-kupu terbang perdana

Suatu pengalaman indah di minggu pagi yang cerah. Baru di posting di Senin menjelang sore karena baru inget saja. :)

Tiga belas

Hari ini ada pemberitahuan yang menarik di aplikasi WordPress tercinta. Bukan karena ada yang njempoli postingan secara membabi-buta, bukan pula karena di-follow sama bloger luar negeri yang cuma kerjaannya follow dan njempoli postingan doang. :)

Tiga belas tahun

Ternyata sudah 13 tahun ngeblog suka-suka dengan platform wordpress gratisan. Entah suatu hal yang patut disyukuri atau justru malah patut dikasihani. Numpang ngeblog gratisan koq sampe belasan tahun. Pake bangga pula. Hahahaha….

Jadi…. Makan-makan….

Tapi di rumah masing-masing ya… Ingat, social distancing. Hahaha.

Kupat lepet

Hari lebaran (Idul Fitri) selalu identik dengan suatu makanan yang sangat ikonik yaitu ketupat. Tapi ada satu hal yang agak mengganggu ketika dulu sering ditanyakan sudah makan ketupat apa belum di hari raya. Karena tidak seperti yang ramai gambar ketupat ketika lebaran, bagi orang Jawa ( khususnya Jawa tengah) ketika lebaran tidak langsung rame-rame menyerbu ketupat. Orang Jawa memiliki budaya lebaran ketupat (bada kupat atau seringkali disingkat dengan kupatan) seminggu setelah sholat Ied.

Seperti hari ini, orang-orang sedang merayakan bada kupat. Bagi banyak orang hari ini saat yang tepat untuk berbagi masakan dengan tetangga dan saudara. Masakan yang dibagikan tidak jauh dari kupat (ketupat), lepet, lontong, sayur opor, sambel goreng ati, dan teman-temannya.

Kupat lepet
Kupat dan lepet

Bagaimana dengan budaya kuliner lebaran di lingkungan anda? Sama atau ada cerita lain yang menarik lainnya?

Inisiatif warga

Di jaman pageblug sekarang ini banyak sekali inisiatif yang muncul dari warga guna menanggulangi atau paling tidak mengurangi dampak negatif dari pageblug covid-19 ini, mulai dari inisiatif menggunakan masker kain karena masker medis yang recommended susah banget ditemui entah karena terlalu banyak yang nyari trus para masker itu sembunyi atau malah disembunyikan demi keuntungan ekonomis, kemudian inisiatif warga bantu warga dari mulai membantu warga sekitar sampe penggalangan dana, dan lain-lain.

Nah untuk kali ini saya iseng motret spanduk-spanduk yang dipasang warga di Purwodadi – Grobogan demi melawan pageblug covid-19. Gak mau kalah sama pak Kapolri yang memajang maklumat ya… hehehe

pengumuman teruntuk warga yang baru datang dari luar kota, apalagi luar negeri
teruntuk warga yang baru datang dari luar kota, apalagi luar negeri
dilarang masuk, tamu harap lapor
dilarang masuk, tamu harap lapor
ngeyel metu got
ngeyel metu got
ra sah ndableg ya lur...
ra sah ndableg ya lur…
tidak menerima oleh-oleh covid-19
tidak menerima oleh-oleh covid-19
lumayan gak ada yang nagih utang :)
lumayan gak ada yang nagih utang :)

Sebenarnya masih ada beberapa tapi karena hanya modal kamera hape yang seadanya dan asal jepret saja, beberapa gak kebaca dengan jelas tulisannya. Ya mau gimana lagi wong namanya saja kerjaan iseng. :)

Apakah di kota lain juga warganya punya inisiatif mandiri semacam ini?