Ratih 

Kemarin secara tidak sengaja lihat tabloid Nova edisi agak lawas (no 1477/XXIX tgl 13-19 juni 2016), ada wajah yang tampak familiar. 

ratih pangestuti di tabloid Nova

Yup, nama dan wajah yang sama.. Ratih Pangestuti. Adik kelas dulu di SMP yang kelasnya bersebelahan. Dan yang masih teringat adalah ucapannya dulu, “mas, kelasmu kan sing diwulang Bu Sup ning lapangan basket gara-gara kelasku rame terus pas jam kosong”. *facepalm*

Senang rasanya ada orang yang kukenali dimuat profilnya di media massa. Tapi sayang sekali tabloid Nova gak nyebut sama sekali tentang Purwodadi ataupun Grobogan. Seandainya saja ditulis, kan lumayan bisa jadi viral untuk jadi GOOD NEWS FROM PURWODADI GROBOGAN. :)

note: artikelnya bisa dibaca secara online di sini

Juara tahun ini

Iseng saja karena penasaran saya nengok ke bagian kata-kata kunci (keyword) yang membuat orang nyasar ke blog nggak penting ini. Dan seperti dugaan saya, mayoritas kata kuncinya adalah yang kata-kata tentang Purwodadi Grobogan. Tapi kejutan… Yang menjadi juara untuk keyword tahun ini adalah… GAMBAR SARU. *tepok jidat*

gambar saru
gambar saru menjadi juara tahun ini

Biar jelas saja ya, blog ini BUKAN blog yang berisi gambar saru. Jadi kalo anda nyasar kesini ketika mencari gambar saru, mungkin memang sudah jalannya begitu. Mungkin saja Tuhan berkehendak agar anda tidak membuka situs porno. Jadinya anda ditakdirkan nyasar kemari.😀

Sedikit terkuak

Dulu saya pernah posting tentang Tugu Pahlawan yang ada di Purwodadi, dan mempertanyakan siapa sih pahlawan yang dimaksud. Atau paling tidak bagaimana ceritanya koq bisa ada bangunan tugu dibangun dan dinamai Tugu Pahlawan di kota Purwodadi ini.

Dan alhamdulillah sedikit demi sedikit misteri itu terkuak. Ada media online yang membahas tentang Tugu Pahlwan di Purwodadi ini kemarin waktu memperingati hari pahlawan. Beritanya bisa diklik saja disini. Dan berikut ini skrinsyut dari berita tersebut.

screenshot-www koranmuria com 2015-12-21 11-47-50

Semoga kedepannya cerita-cerita heroik semacem ini bisa lebih banyak dituturkan ke generasi selanjutnya. Syukur kalo dalam bentuk literatur yang ilmiah sehingga terhindar dari hoax. Sehingga generasi selanjutnya bisa mengerti sejarah kotanya biarpun masih lebih fasih dengan sejarah kota lain. Amien.