GOR Bung Karno

Dulu orang Purwodadi mengenal gedung olahraga yang berada di bundaran simpanglima itu sebagai GELORA SIMPANGLIMA. Dan kini setelah kini dipugar (belum selesai sih) nampaknya namanya berganti menjadi GOR BUNG KARNO SIMPANG LIMA. Entah kenapa namanya diganti, dan entah kenapa pula namanya jadi bawa-bawa nama proklamator itu. Semoga nanti kalo sudah rampung dan diresmikan misteri ini segera tejawab.

Calon artefak

Dulu jaman sebelum hape dan internet ngetrend seperti sekarang ini, orang sangat mengandalkan kantor pos untuk urusan kirim kabar atau paket. Tetapi semua berubah semenjak negara api menyerang sektor swasta ikut cawe-cawe di bidang pos dan kurir. Entah sampai kapan kantor pos akan bertahan.

Semoga saja BUMN satu ini kuat bertahan menahan gempuran jaman, dan semoga aset mereka yang selama ini masih sering kita temui di tepi jalan idak hanya akan menjadi artefak jaman.

Btw kapan terakhir kamu kirim surat / kartu pos?

Insiden Krai

Saya mengenal benda mirip mentimun ini tetapi berukuran lebih kecil sebagai krai, atau lengkapnya timun krai. Entah ada masalah apa orang yang menyebut timun suri sebagai timun krai. Setiap melihat buah (eh atau sayuran ya) krai, saya kadang teringat dengan masa-masa jaman SMU dulu (kira-kira saja tahun berapa, kan hanya generasi eksklusif yang mengalami jaman SMU), sewaktu masih aktif di kegiatan Pramuka. Biar gampang saya mengingatnya sebagai insiden krai. :)

Waktu itu sedang ada kegiatan persami (perpisahan sama mami) di daerah Ngembak. Hari itu pas hari minggu siang dan di camp hanya tinggal saya berdua dengan (alm) Iis yang memang dapat tugas jagain camp selagi yang lain sedang asyik kegiatan mencari jejak. Datanglah segerombolan anak-anak kecil (antara kelas4-6 SD) yang pengen ikut ngerasain kemah. Ya sudah biarkan saja asal nggak bikin rusuh, yang penting tetap diawasi saja. Setelah bosan main di sekitar tenda anak-anak ini saya dan Iis ajak ngobrol dan sampe akhirnya ada yang menawari kami krai. Karena hari itu panas, tentu saja kami jawab iya. Siang-siang yang panas, dapet timun krai ya pasti nyess….

Singkat kata ada beberapa anak yang pulang dan kemudian kembali lagi dengan sekantung krai. Jadilah pesta krai di siang yang panas itu dengan anak-anak kecil itu.

Lagi enak-enaknya pesta krai kemudian ada salah satu anak yang terburu-buru lari masuk ke tenda. Melihat itu anak-anak yang lain langsung celingukan dan kemudian ikut-ikutan lari ngumpet ke tenda dan sekitarnya. Kami berduapun jadi curiga. Dan bertanyalah kami kepada anak-anak itu kenapa pada lari ngumpet, dan jawabannya sungguh mengejutkan.

iku mau sing nduwe lewat mas.

Waduh gak beres nih bocah-bocah. Dan kemudian jelaslah sudah bahwa krai yang kita makan tadi hasil colongan bocah-bocah ini. Dasar semprul.

Belum selesai bocah-bocah itu bercerita dari kejauhan ada orang naik motor dan bocah-bocah itu langsung lari membubarkan diri dari area camp hingga tinggal kami berdua lagi. Dan dengan kompaknya kami cekikikan ga jelas siang itu.

Dan kemudian kami sepakat untuk menyimpan sisa krai yang masih setengah kantung kresek itu. Maksudnya sih biar nggak dimakan anak-anak nanti kalo kembali ke camp setelah kegiatan mencari jejak. Namun rencana tinggal rencana. Krai yang masih sisa setengah kantung kresek itu ditemukan Anies dan Gugud yang baru kembali dari kegiatan mencari jejak, dan pesta krai episode keduapun dimulai. Kami berdua yang melihat itu hanya diam dan senyum-senyum saja melihat teman-teman pesta krai.

Hingga hari ini sepertinya saya belum pernah menceritakan insiden krai ini ke teman-teman Pandawa-Srikandi. Sepertinya begitu juga dengan (alm) Iis. Maka kalau kebetulan ada teman-teman Pandawa-Srikandi yang membaca ini, kalian sekarang tahu hikayat insiden krai yang terjadi itu. :)

*tabik

Lapangan Basket baru

Awal bulan ini pas pit-pitan saya mampir ke proyek di dekat Taman hijau kota purwodadi. Masih belum rampung juga. Material proyek masih dimana-mana. Jalannya juga masih gebol gak karuan. Tapi ada satu yang menarik hati. Tampaknya lapangan basketnya sudah jadi. Dan ini lapangan full, tidak seperti lapangan basket di dalam area taman hijau kota purwodadi yang hanya separo dan hanya bisa untuk main 3on3 (fotonya ada dipostingan yang dulu).

Alhamdulillah setelah sekian lama gak ada lapangan basket yang lokasinya tidak di dalam area sekolah (yang mana sekarang area sekolah sekarang lebih sering digembok pagernya dan terbatas hanya kalangan sendiri yang bisa keluar masuk) selain lapangan basket di belakang GOR yang kondisinya yagitudeh.

Setelah fotonya saya pasang di status WA, ternyata ada juga yang ngajak main basket beneran. Jadilah kita nganyari lapangan anyar. :)

Dan ternyata main perdana cuma sedikit yang main di lapangan itu. Kalah jumlahnya dengan yang main bola voli dan futsal outdoor di lapangan sampingnya. Memang kayaknya dari dulu basket itu kalangan eksklusif kayaknya. :)

Ada sedikit yang mengganjal di hati tentang lapangan ini. Ketiga lapangan ini (lapangan voli, lapangan, basket dan lapangan futsal) dikelilingi area rumput. Tapi ada tulisan rambu-rambu DILARANG MENGINJAK RUMPUT. Trus yang mau masauk lapangan dan main gimana caranya? Semoga saja segera dibikin jalur untuk keluar masuk ke lapangan jadinya gak perlu melanggar aturan untuk berolahraga.

kira-kira dari ketiga lapangan itu kamu pilih olahraga yang mana?

Tutup saluran air

Kalo sering nonton kura-kura ninja dan spider-man pasti tidak asing lagi dengan tutup saluran air yang berbentuk bulat itu. Nah kebetulan di Purwodadi sedang ada banyak proyek saluran air, dan kemarin iseng-iseng mengamati hasil kerjaan pak tukang yang belum rampung itu dan ternyata sekarang di trotoar ada juga tutup lobang manhole yang berbentuk bulat seperti itu. Walaupun kalo dilihat lebih teliti bentuknya sebenarnya kotak, bukan bulat. Mungkin sengaja dibikin aksen bulat biar terlihat kalo itu lubang manhole. :)

Kesannya sederhana banget ya, cuma terpampang tulisan “KABUPATEN GROBOGAN”, angka tahun pembuatan “2019”, dan sang empunya gawe siapa lagi kalo bukan “DPUPR”. Gak ada hiasan atau apalah sebagai pemanis seperti gambar logo kabupaten atau malah ikon kota / kabupaten. Atau mungkin ini disengaja biar tidak dipake bisnis sablon kaos kayak di negara luar yang kemarin sempat viral. Tahu sendiri kan jiwa kreatif orang Indonesia. PASTI INI SEBABNYA!! :)