Juara tahun ini

Iseng saja karena penasaran saya nengok ke bagian kata-kata kunci (keyword) yang membuat orang nyasar ke blog nggak penting ini. Dan seperti dugaan saya, mayoritas kata kuncinya adalah yang kata-kata tentang Purwodadi Grobogan. Tapi kejutan… Yang menjadi juara untuk keyword tahun ini adalah… GAMBAR SARU. *tepok jidat*

gambar saru
gambar saru menjadi juara tahun ini

Biar jelas saja ya, blog ini BUKAN blog yang berisi gambar saru. Jadi kalo anda nyasar kesini ketika mencari gambar saru, mungkin memang sudah jalannya begitu. Mungkin saja Tuhan berkehendak agar anda tidak membuka situs porno. Jadinya anda ditakdirkan nyasar kemari. :D

Sedikit terkuak

Dulu saya pernah posting tentang Tugu Pahlawan yang ada di Purwodadi, dan mempertanyakan siapa sih pahlawan yang dimaksud. Atau paling tidak bagaimana ceritanya koq bisa ada bangunan tugu dibangun dan dinamai Tugu Pahlawan di kota Purwodadi ini.

Dan alhamdulillah sedikit demi sedikit misteri itu terkuak. Ada media online yang membahas tentang Tugu Pahlwan di Purwodadi ini kemarin waktu memperingati hari pahlawan. Beritanya bisa diklik saja disini. Dan berikut ini skrinsyut dari berita tersebut.

screenshot-www koranmuria com 2015-12-21 11-47-50

Semoga kedepannya cerita-cerita heroik semacem ini bisa lebih banyak dituturkan ke generasi selanjutnya. Syukur kalo dalam bentuk literatur yang ilmiah sehingga terhindar dari hoax. Sehingga generasi selanjutnya bisa mengerti sejarah kotanya biarpun masih lebih fasih dengan sejarah kota lain. Amien.

Banjir HOAX

Dulu jaman internet belum terlalu populer seperti sekarang ini, jarang sekali saya mendapatkan kiriman berita hoax. Baik dari email, milis maupun forum. Tapi sejak negara api menyerang serbuan gadget yang tiada habisnya dan paket data yang lebih terjangkau dibanding beberapa tahun dulu, serbuan hoax sering sekali masuk. Bukan ke mailbox sih tapi lebih seringnya ke sosial media dan aplikasi chatting.

Padahal kalo mau menahan jempol sedikit dan berpikir sejenak untuk tidak nge-share ulang berita hoax kan enak. Jadi nggak kelihatan bego-bego amat. Dan yang lebih penting tidak menyesatkan orang lain yang sama-sama bego tentunya.

Berdasar ilmu titen yang saya dapat dari jaman dahulu, berikut ini adalah ciri-ciri berita hoax;

  1. Sumbernya tidak jelas. Biasanya menggunakan jargon “katanya”, “info dari teman”, atau kalaupun nyatut suatu instansi atau lembaga, beritanya tidak dapat dikonfirmasi. Makanya saya paling males baca lanjutan tulisan (apalagi sampe ninggal komen) kalo ada yang nulis sumber:google, courtessy:youtube dan semacamnya. Apalagi kalo ditulis sumber dari internet!
  2. Fakta-fakta yang diungkapkan seringkali too good to be true. Terlalu mudah untuk dipercaya. Mirip-mirip omongan sales yang lagi nawarin dagangan. Perlu waktu sejenak untuk berpikir dengan jernih untuk tahu fakta yang diungkapkan itu tak segampang itu.
  3. Ada ajakan untuk menyebar-luaskan. Kadang disertai atas nama kemaslahatan umat, demi masyarakat, untuk kebaikan bersama, dll. Bahkan kadang ada sedikit ancaman bahaya, biar pesan hoax lebih gampang menyebar.

Kalau saja ada dua ciri tersebut dalam satu berita, jempolnya mbok ya tolong direm dulu. Jangan langsung dipercaya (apalagi langsung share kemana-mana), walaupun dikirim oleh orang yang bisa dipercaya. Bukan berarti yang ngirim hoax itu orangnya selalu tidak bisa dipercaya lho ya.. bisa saja lagi khilaf, atau lagi males aja buat nyari konfirmasi benar-tidaknya informasi yang didapat. Atau malah bisa jadi lagi iseng aja njebak temen-temennya siapa lagi nih yang bego kena jebakan betmen. :)

Jadi, sudah berapa banyak hoax yang anda sebar? Kenapa nyebar hoax? Kapok enggak nyebar hoax?

:D