Tebak-tebak buah Manggis

Pasti sering dengar ungkapan “Tebak-tebak buah manggis”. Maksudnya menebak hal yang sudah hampir pasti. Karena jumlah bulir manggis (eh apa ya namanya itu) bisa dilihat pada bagian pantat buah manggis.

manggis
manggis

Terus kalo sudah tahu jumlahnya (dengan melihat jumlah kelopak yang tercetak di pantat buah manggis itu) kenapa orang-orang masih suka tebak-tebakan jumlah isinya ya? Iseng aja pastinya. :)

Wijayakusuma

Minggu ini sering banget hujan di malam hari. Udara jadi lumayan adem dan enak buat mlungker. Biasanya kalo udara dingin begini kembang Wijayakusuma di depan rumah akan mengembang. Dan bener, dalam waktu satu minggu ini Wijayakusuma di depan rumah sudah mengembang dengan indahnya 2 kali. Sayangnya setelah mekar semalem, biasanya siang hari sudh layu dan rontok esok harinya. Jadi sayang kalo pas pagi hari lihat mekarnya kembang ini tanpa dijepret. :)

wijayakusuma
wijayakusuma

Sebagai catatan kembang Wijayakusuma yang ngembang kali ini yang kecil, bukan kembang Wijayakusuma yang besar (yang dulu pernah saya tungguin mekarnya karena penasaran). Entah Wijayakusuma yang jenis mana yang kaya akan mitos-mitos itu.

Btw adakah yang pernah lihat kembang Wijayakusuma pas mekar?

Simpang Lima atau Simpang Enam?

taman kuliner purwodadi
taman kuliner purwodadi

Waktu kemarin posting simpanglima sempat juga motret pake hape ada jalan baru menuju ke area taman hijau, taman kuliner dan taman bung karno. Biar gampang saya sebut saja komplek taman.

Dulunya di tempat komplek taman ini memang ada jalan kecil berpaving yang hanya menuju kantor dinas eL-Ha beserta hamparan sawah didepannya dan sekarang karena sudah dbangun komplek taman itu plus rencananya mau jadi jujugan warga, jadinya jalan itu sekarang sudah diperlebar dan diperkeras jadi seperti tampak pada gambar.

Yang menarik adalah karena dulunya ada pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat, maka di bundaran simpang lima hanya ada lima jalur jalan. Tetapi karena sekarang di sekitar area masuk ke komplek taman itu pembatas jalur cepat dan lambatnya dihilangkan sebagian buat jalur akses ke komplek taman, jadinya sekarang di sekitar bundaran simpang lima ada enam jalur jalan. Lima jalur jalan yang sudah ada dari jaman dulu, plus satu jalur baru menuju komplek taman tersebut.

Yang kemudian jadi persoalan adalah apakah namanya tetap simpang lima atau berubah menjadi simpang enam? :)

Kayaknya biar saja namanya tetap Simpang Lima seperti nama yang sudah paten di hati warga Purwodadi – Grobogan. Alasannya sudah tradisi, seperti halnya orang Purwodadi menyebut prapatan bejo, dan prapatan P.U.K . :)

Atau ada pendapat lain?

Simpanglima Purwodadi yang baru

Kalo kita sebut Simpanglima Purwodadi maka akan terbayang suatu lapangan berbentuk bulat dengan bangunan tower air di tengahnya dan tentunya pasti ada lima cabang jalan disekelilingnya (dari situ memang asal namanya).

simpanglima purwodadi
simpanglima purwodadi

Walaupun dulu sering juga ada orang dari luar kota yang keliru dengan alun-alun kota, tapi sekarang dengan adanya lettermark di sekelilingnya kayaknya kekeliruan semacam ini tidak akan terulang lagi.

lettermark simpanglima purwodadi
lettermark simpang5 purwodadi

Perbedaan yang paling kerasa di simpanglima purwodadi bila dibandingkan dengan jaman dulu sebelum dipugar adalah hilangnya pohon-pohon cemara yang dulu tumbuh menjulang mengelilingi bundaran dan tanah lapang di tengah bundaran yang biasanya dipake anak-anak untuk bermain bola kini berganti dengan taman yang ala-ala instagrammable gitu. Plus warnanya serba bernuansa merah dimana-mana.

taman di dalam bundaran simpanglima
taman di dalam bundaran simpanglima

Dan PeeR terbesar adalah akses masuknya. Dulu ada jalur masuk ke arah bangunan tower di tengah bendaran itu, yang ukurannya cukup untuk mobil atau bahkan truk engkel, namun sekarang karena trotoar ditinggikan dan sekarang akses masuk ke tengah dihilangkan, maka tidak ada akses untuk kendaraan selain sepeda yang mesti susah payah juga masuk kesitu. Entah bagaimana nasib pengguna kursi roda, membayangkan saja saya sudah ngeri.

akses masuk simpanglima purwodadi
akses masuk simpanglima

Sudahkah kamu main-main kesini? Mumpung masih anyar anget lho… :)

Halte tanpa kursi

halte berdiri
kayaknya sih halte :)

Kalo sering nonton tv pasti nggak asing lagi dengan dialog bocah kecil yang mengucapkan kalimat berikut ini ketika melihat ada ibu hamil dan lansia yang sepertinya capek banget nunggu angkot kendaraan umum di halte yang memang tanpa tempat duduk.

kasihan ya, nggak ada kursi

iklan susu balita

Adegan berikutnya si bocah kecil itu membuat kursi untuk halte tersebut dengan dibantu orang tuanya.

Ternyata di Purwodadi ada juga halte semacam itu. Dengan desain minimalis kalo tidak boleh disebut ala kadarnya. Sudah tanpa tempat duduk, tidak ada informasi kendaraan umum apa saja yang lewat dsb. Mungkin karena dipikirnya jarang juga orang nunggu angkot di halte, atau mungkin karena alasan lain yang saya nggak tahu.

Trus kenapa nggak dibikinin kursi saja kayak di iklan tv itu? Simpel. Saya bukan anak kecil itu. hehehe