sebuah blog gak penting

Menunggu Wijayakusuma mekar

wijayakusuma sebelum mekar

masih kuncup

Kemarin ini kembang wijayakusuma yang ada di pot depan rumah kayaknya mau ngembang. Sudah jadi kebiasaan si kembang wijayakusuma kalau pas ngembang hanya dalam semalam saja, dan setelah itu menguncup lagi, mungkin karena itu orang inggeris menyebut wijayakusuma sebagai Queen of The Night atau The night-bloom flowers.

Di budaya jawa ada mitos yang mengatakan kalau konon “siapa saja yang bisa melihat pas waktu bunga ini mengembang, rejekinya akan lancar”. Tapi entahlah benar atau tidak, lha wong namanya saja mitos. Tapi kayaknya asyik juga nungguin si wijayakusuma yang dalam pewayangan jawa merupakan pusaka dari Prabu Kresna ini mengembang. Siapa tahu kalau mitos itu benar adanya, bisa dapat khasiat dari wijayakusuma yang konon ditangan Prabu Kresna bisa membangkitkan orang yang mati sebelum waktunya ini, kan bisa dapat nyawa tambahan kayak di game komputer itu –halah--.

Berikut ini gambar sang wijayakusuma waktu mekar semekar-mekarnya… :D

wijayakusumaSetelah nunggu sampe jam 3 pagi akhirnya hanya sampe segitu-segitu saja… dan sepertinya sudah mulai menguncup kembali… tinggal tidur ah… :D

Dan keesokan harinya… sudah menguncup kembali :D

wijayakusuma setelah menguncup

gede juga ya ^_^

Btw saya nggak tahu persis wijayakusuma ini masuk dalam kategori Pisonia Grandis var Silvestris atau Epiphyllum anguliger. Adakah yang tahu wijayakusuma ini termasuk yang mana?

8 Tanggapan

  1. nontot proses mekarnya tenan mas????????

    aku njaluk kembange tah

    Kamis, 22 Desember 2011 pada 20:08

    • nonton sih enggak… tapi nginguk setiap bbrp menit. pas tv nampilke iklan, langsung marani kembang :D

      sayang bar mekar mesti alum ki chel… mulane tak foto, coz mekare cuma sewengi trus bar iku alum…

      Jumat, 23 Desember 2011 pada 08:35

  2. sheva

    wah ra pernah isa ngerti kembange ki…cuma bisa melihat fotona aja…. nice picture dik pas mekare….

    Jumat, 23 Desember 2011 pada 10:53

    • tengkyu mbak… :)

      Jumat, 23 Desember 2011 pada 20:41

  3. justneni

    whose hand is that? hehe

    Jumat, 23 Desember 2011 pada 18:53

    • mine of course…
      who else? :D

      Jumat, 23 Desember 2011 pada 20:45

  4. Aku pernah liat Ibu2 yang setia nungguin bunga ini mekar, dari jam 8 malam duduk di kursi tepat di samping bunga. Sampai jam 11 malam masih duduk dan melihat ke arah bunga, trus tak tinggal lungo.

    Beberapa jam kemudian (jam 2-3 malam) aku lewat situ lagi, si Ibu sudah nggak ada di kursi dan bunganya sudah menguncup lemas. Aku ga tau ibu tadi berhasil melihat mekarnya bunga atau tidak.

    Lokasi kejadian di sebuah gang di daerah Sarkem, tapi aku tetep anak baik-baik lho Mas.

    Kamis, 29 Desember 2011 pada 01:08

    • kalo lihat jam’e pastinya ibu itu sukses lihat mekarnya wijayakusuma itu… apalagi pas pagi sudah menguncup lemas gitu…

      tentang lokasi…. no comment deh :D

      Kamis, 29 Desember 2011 pada 07:55

Buatlah komen ditempatnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.